SINGARAJA — Singaraja Open Taekwondo Championship 2026 berlangsung dua hari, 12 hingga 13 September 2026, di GOR Fakultas Olahraga dan Kesehatan Undiksha Singaraja. Dari 435 peserta, sebanyak 403 atlet turun di kategori Kyorugi dan 32 atlet mengikuti kategori Poomsae.
Kelompok usia yang dipertandingkan meliputi Super Pra-Cadet, Pra-Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior, baik kategori Pemula maupun Prestasi. Peserta datang dari sejumlah kabupaten/kota di Bali, di antaranya Denpasar, Badung, Bangli, Gianyar, Jembrana, dan Buleleng. Tuan rumah diperkuat 93 atlet.
Ketua Pengkab TI Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, menyebut penyelenggaraan kejuaraan ini sebagai momentum penting bagi perkembangan taekwondo di Buleleng. Pasalnya, Buleleng kembali menggelar kejuaraan terbuka setelah vakum selama kurang lebih enam tahun.
"Kami berharap dengan adanya kejuaraan ini, atlet-atlet Taekwondo Buleleng bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik lagi, terlebih dalam menghadapi Porprov 2027 mendatang," ujar Surya Bharata.
Singaraja Open Taekwondo Championship juga dimanfaatkan sebagai ajang uji tanding sekaligus pembinaan atlet secara berjenjang. Melalui sistem klasifikasi atau layering, TI Buleleng mulai memetakan atlet potensial yang diproyeksikan masuk tim bayangan untuk Porjar maupun Porprov Bali 2027.
Ketua Panitia Singaraja Open Taekwondo Championship 2026, Putu Sadnyana, menjelaskan kejuaraan ini menjadi wadah uji tanding untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur hasil pembinaan di masing-masing dojang.
"Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai wadah uji tanding untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta mengukur hasil pembinaan di masing-masing dojang," kata Sadnyana.
Surya Bharata menegaskan, TI Buleleng memasang target minimal meraih dua medali emas pada Porprov Bali 2027. Turnamen ini juga menjadi ruang interaksi dan silaturahmi bagi atlet taekwondo dari berbagai daerah di Bali.
"Pada Porprov mendatang, target kami minimal dua medali emas. Jadi turnamen ini bisa sebagai sarana interaksi sekaligus silaturahmi antar-atlet se-Bali untuk saling berbagi pengalaman bertanding," ucapnya.
Sadnyana menambahkan, Singaraja Open Taekwondo Championship diharapkan terus berkembang dan ke depan dibuka hingga tingkat nasional. Bagi TI Buleleng, kejuaraan ini menjadi langkah awal memperkuat pembinaan sekaligus menyiapkan atlet potensial untuk memperkuat Buleleng pada Porprov Bali 2027.