BALI — Pembukaan GIIAS Surabaya 2026 berlangsung pada Rabu (26/8) dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, serta Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty. Dalam sambutannya, Faisol menegaskan bahwa pameran otomotif bukan sekadar tempat transaksi, melainkan indikator pertumbuhan ekonomi daerah.
"Bagi pemerintah, GIIAS bukan sekadar pameran atau tempat transaksi, melainkan barometer kesehatan industri nasional serta ruang bertemunya inovasi dan pergerakan ekonomi daerah. Kami optimis target penjualan domestik dapat melampaui 850.000 unit tahun ini," kata Faisol dalam keterangan resminya.
Putu Juli Ardika memaparkan data terbaru penjualan kendaraan hingga April 2026 yang menunjukkan posisi strategis Jawa Timur. Wilayah ini bertengger di peringkat ketiga nasional dengan sumbangsih 9,1 persen dari total penjualan domestik, menjadikannya pasar kunci bagi pertumbuhan industri otomotif di luar Pulau Jawa bagian barat.
"Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional, di mana berdasarkan data penjualan mobil hingga April 2026, Jawa Timur secara konsisten berada diposisi ketiga nasional dengan menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional," ungkap Putu Juli.
Gelaran tahun ini menghadirkan total 37 merek kendaraan bermotor dengan komposisi 26 merek kendaraan penumpang. Daftar peserta mencakup pemain besar seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi Motors, serta merek listrik yang sedang naik daun seperti BYD Group, Wuling, Vinfast, X-PENG, dan GAC AION.
Merek asal China juga meramaikan persaingan, di antaranya BAIC, Changan, Chery, Geely, GWM, Jaecoo, JETOUR, Leap Motor, dan iCAR. Segmen komersial diwakili Foton, sementara roda dua diisi 10 merek termasuk Vespa, Piaggio, Royal Enfield, Triumph, Aprilia, dan QJ Motor.
Selain kendaraan jadi, GIIAS Surabaya 2026 juga mengundang partisipasi 25 merek dari industri pendukung. Kehadiran mereka mencakup sektor suku cadang, aksesori, hingga layanan finansial yang menjadi ekosistem penting dalam rantai transaksi otomotif.
Faisol menambahkan bahwa pemerintah akan terus berperan sebagai mitra strategis bagi industri. "Pemerintah tentu akan terus menjadi mitra strategis yang selalu mendengar, membantu, mencarikan solusi atas tantangan yang ada, dan bersama-sama membangun keekonomian nasional," ujarnya.
GIIAS Surabaya menjadi rangkaian kedua setelah GIIAS Jakarta dan diharapkan mampu menggerakkan transaksi serta memperkuat distribusi kendaraan ke kawasan Indonesia timur melalui gerbang Jawa Timur.