BALI — Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri kali ini tidak berjalan sendiri. Lewat inisiatif Mandiri Peduli NTT, bank pelat merah tersebut mengajak ekosistem BUMN dan pemerintah daerah untuk membangun skema penanganan bencana yang lebih sistematis, dari fase darurat hingga rehabilitasi.
Langkah ini menjadi salah satu wujud implementasi kolaborasi antarlembaga di bawah koordinasi Danantara. Keterlibatan BP BUMN dan BPBD dalam satu payung program menunjukkan adanya upaya menyatukan data, sumber daya, dan logistik agar respons terhadap bencana alam di wilayah Indonesia Timur lebih cepat dan tepat sasaran.
Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia Timur, Mandiri tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia dana. Dalam program ini, perseroan berperan sebagai penghubung antara kebutuhan lapangan yang dilaporkan pemerintah daerah dengan kapasitas logistik dan pendanaan dari BUMN lain.
Sinergi dengan Pemprov Bali, NTB, dan NTT menjadi kunci karena ketiga wilayah tersebut memiliki karakteristik kerentanan bencana yang berbeda. NTT misalnya, kerap menghadapi ancaman siklon tropis dan kekeringan, sementara Bali dan NTB lebih rentan terhadap gempa bumi serta letusan gunung berapi.
Kolaborasi ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan sembako atau layanan kesehatan gratis. Mandiri Peduli NTT dirancang mencakup tiga tahap utama: kesiapsiagaan sebelum bencana, respons cepat saat tanggap darurat, dan pemulihan ekonomi pascabencana.
Pada tahap pemulihan, program difokuskan pada revitalisasi usaha mikro dan kecil yang terdampak. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar memberikan bantuan konsumtif, karena masyarakat dapat kembali menjalankan roda perekonomiannya secara mandiri.
Bagi pelaku usaha di NTT, keterlibatan Bank Mandiri dan Danantara membuka akses lebih luas terhadap pembiayaan ulang usaha setelah bencana. Sementara bagi pemerintah daerah, kehadiran BP BUMN memastikan distribusi bantuan antardaerah tidak tumpang tindih.
Bagi investor, program ini menegaskan peran strategis BUMN dalam pembangunan sosial yang sejalan dengan arahan pemerintah. Aktivitas CSR yang terukur dan berkelanjutan seperti ini menjadi indikator tata kelola perusahaan yang baik, faktor yang kerap diperhitungkan dalam penilaian ESG oleh investor institusional.
Bank Mandiri sebelumnya telah menyalurkan bantuan melalui Mandiri Peduli di berbagai wilayah bencana di Indonesia. Namun, pola kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Danantara dan BP BUMN kali ini menjadi pembeda utama, karena menggabungkan kekuatan finansial perbankan dengan mandat pembangunan dari holding BUMN.