BALI — Empat perangkat yang diuji dalam artikel ini adalah Garmin Cirqa (USD 199), Fitbit Air (USD 99), Whoop 5.0 (gratis dengan langganan), dan Oura Ring 5 (mulai USD 399). Semuanya hadir tanpa layar, mengandalkan aplikasi ponsel untuk menampilkan data. Setelah dipakai bergantian selama beberapa pekan untuk aktivitas harian, olahraga, dan tidur, berikut temuan lengkapnya.
Perbedaan paling mencolok ada di skema harga. Fitbit Air jelas pemenang dari sisi nominal: USD 99 dengan langganan opsional. Namun fitur terbaiknya seperti Gemini AI Health Coach dan analisis tidur lanjutan baru aktif jika Anda membayar USD 9,99 per bulan. Tanpa langganan, Fitbit Air tetap berfungsi untuk tracking dasar, tapi terasa "dikunci".
Garmin Cirqa justru paling menarik untuk jangka panjang. Dengan USD 199, hampir semua data kesehatan dan kebugaran sudah terbuka gratis di aplikasi Garmin Connect. Langganan Connect+ seharga USD 6,99 per bulan hanya menambah rencana nutrisi dan coaching—bukan fitur inti. Untuk Whoop, perangkatnya gratis tapi Anda wajib memilih langganan tahunan USD 199, USD 239, atau USD 359. Oura Ring 5 membanderol perangkat mulai USD 399 plus langganan USD 5,99 per bulan.
Oura Ring 5 adalah perangkat paling kecil dan ringan di kelasnya: lebar 6,09 mm, tebal 2,28 mm, dan bobot hanya 2 gram. Terasa seperti cincin biasa, cocok untuk yang tidak ingin terlihat memakai tracker. Fitbit Air menyusul dengan bobot 5,2 gram dan pilihan strap warna-warni mulai USD 34,99. Untuk pergelangan kecil, keduanya hampir tidak terasa.
Garmin Cirqa dan Whoop 5.0 lebih besar di pergelangan. Keduanya nyaman, tapi bahan strapnya lama kering setelah berenang atau mandi. Garmin punya keunggulan berupa tombol fisik untuk memulai dan menghentikan latihan—fitur yang tidak dimiliki tiga kompetitornya. Baterai juga bervariasi: Whoop 5.0 paling awet dengan 14 hari, Garmin Cirqa 10 hari, Oura Ring 5 hingga 9 hari, dan Fitbit Air 7 hari. Whoop satu-satunya yang bisa diisi daya tanpa dilepas dari pergelangan.
Semua aplikasi tersedia di Android dan iOS. Aplikasi Fitbit yang kini berganti nama menjadi Google Health paling mudah dipahami untuk pemula, dengan Gemini Health Coach yang memberikan saran actionable. Sayangnya, fitur ini terkurung di balik langganan. Garmin Connect memberi data paling lengkap secara gratis, tapi kurva belajarnya lebih curam untuk pengguna baru.
Whoop menargetkan atlet serius dengan data pemulihan yang sangat mendalam—beberapa pengguna menyebutnya overwhelming. Aplikasi Oura membagi data menjadi tiga bagian: Today, Vitals, dan My Health, dengan tampilan yang paling rapi. Untuk kesehatan wanita, Oura, Garmin, dan Whoop semuanya kompatibel dengan Natural Cycles untuk prediksi masa subur.
Keempat perangkat tidak memiliki GPS internal, jadi Anda wajib membawa ponsel untuk tracking rute. Untuk langkah dan tidur, hasilnya hampir sama. Perbedaan mulai terlihat di pembakaran kalori—Whoop cenderung paling rendah, Fitbit paling tinggi. Detak jantung konsisten di semua perangkat.
Whoop MG unggul dengan sensor ECG kelas medis, sementara Garmin Cirqa paling praktis untuk memulai latihan lewat tombol fisik. Oura Ring 5 kini bisa menampilkan data latihan langsung di layar kunci ponsel, meski tidak bisa dipakai sebagai heart rate monitor eksternal seperti tiga lainnya. Fitur autodetect untuk mendeteksi latihan masih belum akurat di bulan-bulan awal pemakaian untuk semua perangkat.
Jika Anda tidak mau berlangganan bulanan, pilihannya jelas: Garmin Cirqa atau Fitbit Air. Garmin memberi data lebih lengkap tanpa biaya tambahan. Fitbit Air lebih ringan dan nyaman, tapi fitur terbaiknya terkunci di balik langganan USD 99 per tahun.
Untuk yang ingin perangkat sekecil mungkin, Oura Ring 5 adalah pilihan terbaik—tampil seperti perhiasan, bukan alat olahraga. Fitbit Air juga opsi bagus untuk pergelangan kecil. Whoop 5.0 cocok untuk atlet yang serius mendalami data pemulihan dan tidak keberatan dengan komitmen langganan tahunan.
Kesimpulannya: Garmin Cirqa untuk yang ingin data lengkap tanpa langganan, Fitbit Air untuk budget terbatas, Oura Ring 5 untuk kenyamanan maksimal, dan Whoop 5.0 untuk atlet yang haus data. Semuanya menjalankan fungsi dasar dengan baik—Anda tinggal menentukan prioritas.