BALI — Keputusan mengejutkan ini diumumkan manajemen Persijap jelang bergulirnya kompetisi yang dijadwalkan dimulai September 2026. Presiden klub M. Iqbal Hidayat menegaskan rotasi ini bukan berarti menepikan Mario Lemos, melainkan upaya memaksimalkan potensi tim di dua lini berbeda.
Iqbal Hidayat menjelaskan, keputusan ini diambil karena Lemos dinilai piawai dalam urusan teknis non-lapangan. "Coach Mario Lemos pada musim lalu pernah menjadi direktur teknik dan terbukti berhasil, sehingga tidak masalah jika kembali ke kursi itu setelah bergabungnya pelatih Juan Cortez," ujarnya, Kamis (20/8).
Langkah ini sekaligus menjawab regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal pengisian struktur tim kepelatihan. Dengan skema baru, Lemos tetap memegang kendali kerangka tim, sementara Cortez fokus penuh pada taktik di lapangan.
Nama Juan Cortez bukanlah pendatang baru di pentas internasional. Pelatih berusia 42 tahun itu tercatat pernah menukangi San Antonio Bulo Bulo di kasta tertinggi Liga Bolivia dan CSKA FC di Liga Tajikistan. Ia juga sempat mengemban tugas sebagai asisten pelatih Timnas El Salvador.
Lisensi UEFA Pro yang dipegangnya menjadi modal utama untuk membenahi performa Laskar Kalinyamat yang musim lalu hanya finis di peringkat 13 dengan torehan 36 poin.
Manajemen Persijap tidak main-main musim ini. Target yang dipatok bukan sekadar bertahan di kasta tertinggi, melainkan menembus posisi tiga besar klasemen akhir. Tekanan langsung berada di pundak Cortez untuk membuktikan kapasitasnya sejak awal musim.
Persijap langsung diuji laga berat di pekan pembuka dengan bertandang ke markas Madura United pada 6 September 2026. Dua laga kandang beruntun melawan Borneo FC dan Persib Bandung akan menjadi ujian awal bagi racikan taktik Cortez.
Deretan laga krusial lain menanti, termasuk menjamu Persija Jakarta dan PSM Makassar di penghujung tahun. Berikut jadwal lengkap putaran pertama: