PAN Sebut Momen Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI Hapus Spekulasi Keretakan Hubungan

Penulis: Feri Andika  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:44:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).

BALI — Viva Yoga menyebut posisi duduk tersebut wajar dalam acara kenegaraan. Namun, ia menekankan makna simbolis dari kebersamaan ketiganya saat upacara di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026) lalu.

"Menurut PAN, tempat duduk Presiden Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa saja, sesuai dengan aturan protokoler kepresidenan dalam acara kenegaraan," kata Viva kepada wartawan, Rabu (19/8/2026).

Menepis Isu Renggang dan Menampilkan Politik Sehat

Viva berpendapat kehadiran Jokowi yang duduk berdampingan dengan Prabowo dalam suasana penuh kegembiraan telah mematahkan tafsir negatif yang berkembang di publik. Momen ini, menurutnya, justru menjadi contoh politik yang sehat.

"Kehadiran Pak Jokowi yang duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo dalam suasana penuh kegembiraan telah melenyapkan spekulasi politik yang menafsirkan adanya keretakan hubungan," ujarnya.

Ia menambahkan, perbedaan politik tidak seharusnya menghilangkan persahabatan antarpemimpin. Kebersamaan para pemimpin dalam momentum peringatan kemerdekaan adalah teladan bagi masyarakat.

"Bagi PAN, jika para pemimpin bisa duduk bersama, berdialog, tersenyum dan menunjukkan suasana persahabatan di tengah peringatan kemerdekaan, itu adalah contoh politik yang sehat penuh dengan kebijaksanaan," tutur Viva.

Perbedaan Politik Tak Boleh Rusak Integrasi Nasional

Viva menegaskan perbedaan warna politik dan aliran pemikiran adalah keniscayaan di Indonesia. Namun, hal itu tidak boleh merusak persatuan nasional dan kohesivitas sosial.

"Keperbedaan warna politik dan aliran pemikiran politik bagi masyarakat Indonesia adalah suatu keniscayaan, taken for granted. Tetapi tidak boleh merusak integrasi nasional, kohesivitas sosial, dan cita-cita kemerdekaan," ucapnya.

Ia mengingatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai doktrin kebangsaan yang harus dirawat sepanjang masa. Masyarakat, lanjut Viva, tidak membutuhkan elite yang terus bertengkar.

"Pada akhirnya, rakyat tidak membutuhkan elite yang terus-menerus bertengkar. Rakyat membutuhkan pemerintah yang bekerja, politik yang stabil, demokrasi yang sehat, ekonomi yang tumbuh, dan kesejahteraan yang meningkat," ujarnya.

Momen Duduk Bersama dan Percakapan Hangat di Istana

Momen yang dimaksud Viva terekam saat Prabowo selesai memimpin upacara peringatan kemerdekaan. Ketiganya terlihat duduk di kursi yang telah disiapkan, dengan Prabowo berada di tengah, Jokowi di sisi kanan, dan Gibran di sisi kiri.

Gibran mengenakan baju adat Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara Jokowi memakai baju adat Bali. Ketiganya sempat terlihat berbincang dan tertawa bersama saat menonton demonstrasi pesawat tempur, sesekali bertepuk tangan.

Viva menilai rakyat akan senang apabila para pemimpinnya kompak dan saling bertegur sapa. Menurutnya, pemimpin mesti memberikan suri keteladanan bagi masyarakat.

Reporter: Feri Andika
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top