Eks Anggota Kongres AS: Washington Bahas Opsi Serangan Nuklir ke Iran di Rapat Strategi

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 14:08:01 WIB
Washington dilaporkan membahas opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat strategi, menurut klaim mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene.

BALI — WASHINGTON - Mantan anggota Kongres Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene, menyatakan bahwa para pejabat di Washington sedang membahas opsi penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Pernyataan ini diunggahnya melalui akun media sosial X pada Minggu (16/8/2026), di tengah eskalasi konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara kedua negara.

Dalam unggahannya, Greene yang dikenal sebagai sekutu terkemuka gerakan MAGA (Make America Great Again) itu menegaskan bahwa isu tersebut telah menjadi bahan diskusi dalam rapat-rapat strategi. Namun, ia tidak merinci siapa saja pihak yang terlibat dalam pembahasan tersebut maupun memberikan bukti pendukung atas klaimnya.

Klaim Penurunan Ambang Batas Penggunaan Nuklir

"Mereka sedang membahas penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dalam rapat-rapat strategi. Saya tidak berspekulasi, saya tahu. Dan itu adalah tindakan yang sangat jahat," tulis Greene dalam pernyataannya yang dikutip langsung.

Greene juga mengeklaim bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir. Klaim ini muncul meskipun Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyatakan kemenangan dalam perang yang sedang berlangsung.

Peringatan akan "Holocaus Nuklir"

Mantan anggota Kongres tersebut memperingatkan bahwa langkah semacam itu dapat memicu "holocaust nuklir" dan menyeret dunia ke dalam konflik yang jauh lebih luas. Peringatan ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus memanas antara Washington dan Teheran.

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan konfirmasi secara terbuka mengenai adanya pembahasan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran. Tidak ada pernyataan resmi yang dirilis untuk menanggapi klaim yang disampaikan Greene tersebut.

Pernyataan Greene ini menjadi sorotan karena berasal dari tokoh yang memiliki pengaruh politik di AS, meskipun ia kini berstatus sebagai mantan anggota Kongres. Kebenaran klaimnya masih belum dapat diverifikasi secara independen oleh media.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: international.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top