Respons Gempa NTT, Menteri PU Dody Hanggodo Kawal Percepatan Akses Jalan dan Air Bersih

Penulis: Eri Subagio  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 00:18:31 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

LABUAN BAJO — Rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turut hadir untuk memastikan langkah penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi antarlembaga.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin langsung rakor tersebut, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah setempat.

Pertemuan ini fokus membahas perkembangan kondisi di lapangan sekaligus langkah percepatan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Menteri Dody memaparkan perkembangan penanganan Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT dalam forum tersebut. Ia menyebut sejumlah ruas jalan dan jembatan terdampak sudah diperiksa, sementara titik yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan penanganannya agar akses masyarakat segera kembali normal.

"Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Menteri Dody.

Instruksi juga telah diberikan Menteri Dody kepada jajaran UPT di lapangan untuk menangani ruas-ruas jalan yang terdampak. Penanganannya dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan.

"Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," kata Dody Hanggodo.

Selain penanganan konektivitas, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menyiapkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana air bersih dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.

Di Kabupaten Nagekeo, dukungan berupa 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) telah tersedia. Sebanyak dua unit telah berada di lokasi, sementara satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dapat dilanjutkan pemanfaatannya untuk mendukung penanganan bencana gempa.

Selain MTA, dukungan juga mencakup 16 unit hidran umum (HU). Sebanyak 8 unit merupakan dukungan yang tersedia untuk kebutuhan penanganan saat ini, sedangkan 8 unit lainnya merupakan HU pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Menteri Dody.

Menurut Menteri Dody, penanganan bencana ini membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, sehingga Kementerian PU terus melakukan koordinasi agar dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Kementerian PU melalui UPT di NTT akan terus memantau kondisi infrastruktur terdampak sekaligus mempercepat penanganan pada titik yang mengganggu konektivitas.

Langkah ini demi memastikan akses masyarakat, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

Reporter: Eri Subagio
Back to top