BALI — Keputusan pelatih Michel untuk mempertahankan Maarten Paes di bawah mistar gawang membuahkan hasil meski kiper Timnas Indonesia itu harus memungut bola dari gawangnya dua kali. Paes menghadapi total lima tembakan tepat sasaran dari tuan rumah sepanjang laga, dan dua di antaranya berhasil menembus pertahanannya.
Bermain di kandang lawan, Ajax justru tampil efisien dan mampu unggul lebih dulu melalui Julian Brandt pada menit ke-20. Gol tersebut lahir dari tembakan terarah yang menaklukkan kiper Shelbourne di pojok gawang.
Keunggulan Ajax hanya bertahan sebelas menit. Evan Caffrey melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dijangkau Maarten Paes, mengubah skor menjadi 1-1 pada menit ke-31. Ajax merespons cepat lewat aksi Anton Gaaei di menit ke-39.
Gaaei membobol gawang lawan dengan tembakan dari dalam kotak penalti yang diarahkan ke tiang dekat. Skor 2-1 untuk keunggulan Ajax bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Shelbourne meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan gol penyeimbang pada menit ke-85 melalui Sean Moore. Meski sempat tertekan di penghujung laga, Ajax tetap mengamankan hasil yang dibutuhkan untuk melaju ke babak berikutnya.
Dengan hasil ini, Ajax melaju ke babak playoff dan akan berhadapan dengan wakil Swiss, Sion. Fase ini menjadi gerbang terakhir sebelum Ajax memastikan tempat di fase liga Conference League musim ini.
Bagi Maarten Paes, laga ini menjadi kesempatan berharga untuk mengumpulkan menit bermain di kompetisi Eropa. Kepercayaan yang diberikan pelatih Michel menegaskan posisinya sebagai kiper pilihan utama Ajax pada awal musim ini.
Shelbourne sendiri patut bangga dengan perlawanan yang diberikan. Tim asal Irlandia itu nyaris membuat Ajax ketar-ketir di kandang sendiri, meski pada akhirnya harus tersingkir dengan agregat 3-5.