BALI — Pantauan terbaru di situs resmi Xiaomi Indonesia menunjukkan penyesuaian harga baru untuk lini Poco X8 Pro dan X8 Pro Max. Ini bukan kenaikan pertama; sebelumnya pada Juni lalu, harga kedua seri ini sudah sempat naik hingga Rp 800 ribu. Kini, konsumen yang berniat membeli harus menyiapkan budget tambahan lagi.
Kenaikan periode ini berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, tergantung varian yang dipilih. Poco X8 Pro 8/256 GB kini dibanderol Rp 6.299.000, naik dari posisi sebelumnya di angka Rp 5.799.000.
Kalau ditarik mundur ke harga perdana saat peluncuran di Indonesia pada April, kenaikannya terlihat signifikan. Varian Poco X8 Pro 8/256 GB yang semula dibanderol Rp 4.999.000, kini harus ditebus dengan Rp 6.299.000—artinya sudah terkerek Rp 1,3 juta dalam waktu sekitar empat bulan.
Nasib serupa menimpa Poco X8 Pro Max. Varian 12/256 GB yang awalnya dilepas Rp 6.699.000, kini berada di posisi Rp 7.999.000. Varian tertinggi 12/512 GB bahkan melonjak dari Rp 7.199.000 menjadi Rp 8.499.000 di harga saat ini.
Poco Indonesia belum merilis pernyataan resmi soal alasan penyesuaian harga ini. Namun, kenaikan ini sejalan dengan tren industri yang sedang bergejolak. Tekanan dari meningkatnya harga memori dan komponen semikonduktor membuat sejumlah produsen perangkat bergerak melakukan penyesuaian, dan Poco tampaknya ikut dalam gelombang tersebut.
Kenaikan harga ini mengubah posisi kompetitif Poco X8 Pro Series. Dengan banderol mulai Rp 6,3 juta, Poco X8 Pro kini bersaing langsung dengan smartphone flagship tahun lalu yang harganya sudah turun, atau perangkat kelas menengah atas dari merek lain yang menawarkan fitur serupa.
Untuk varian Pro Max 12/512 GB yang kini menyentuh Rp 8,5 juta, pertimbangan jadi lebih ketat. Di rentang harga ini, konsumen mulai bisa melirik opsi flagship dengan ekosistem yang lebih matang atau perangkat dengan reputasi kamera yang lebih mumpuni. Nilai "value for money" yang selama ini menjadi ciri khas Poco perlahan tergerus oleh kondisi pasar.
Poco X8 Pro Series tetap menawarkan spesifikasi gahar untuk kelasnya, terutama untuk urusan performa gaming berkat chipset kelas atas dan layar berrefresh rate tinggi. Namun, kenaikan bertahap ini membuatnya kehilangan daya pikat utama: harga agresif.
Kalau kamu sudah terlanjur menabung sejak April, siapkan dana lebih. Kalau masih bisa menunggu, pantau terus program flash sale atau cashback dari marketplace—selisih Rp 1,3 juta bisa terasa besar untuk upgrade storage atau membeli aksesoris tambahan.