IHSG Terkoreksi ke Level 6.130, Analis Buka Peluang Rebound di Zona Support Fibonacci

Penulis: Gilang Permana  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 07:44:01 WIB
IHSG ditutup melemah ke level 6.130 dengan volume transaksi mencapai Rp10,92 triliun pada perdagangan kemarin.

BALI — Pelemahan IHSG pada penutupan kemarin terjadi di tengah volume transaksi yang masih tinggi. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp10,92 triliun dengan total 25,45 miliar saham diperdagangkan. Dari total saham yang bergerak, sebanyak 265 saham menguat, 360 terkoreksi, dan 172 saham stagnan.

Proyeksi Level Support dan Resistance Hari Ini

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan indeks masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan koreksi terbatas. Menurut riset hariannya, area koreksi IHSG berada di rentang 6.074 hingga 6.107. Sementara jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.262 hingga 6.299.

"Kami memperkirakan area koreksi IHSG berada di kisaran 6.074-6.107. Sementara itu, jika terjadi penguatan, indeks berpeluang menguji area 6.262-6.299," ujar Herditya.

Ia memasang level support harian di 6.111 dan 6.007, dengan resistance di 6.599 dan 6.705. Herditya merekomendasikan saham ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA untuk dicermati investor.

Faktor Teknikal: Fibonacci Support Jadi Kunci Rebound

Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat potensi pelemahan berlanjut setelah IHSG ditutup di bawah support terdekat. Ia menyebut level Fibonacci di 6.074 menjadi titik krusial yang harus bertahan agar peluang rebound tidak tertutup.

"IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan hingga menguji support Fibonacci di level 6.074. Namun, jika level tersebut mampu bertahan, peluang rebound diperkirakan segera terbuka," jelas Ivan.

Proyeksi support Ivan lebih lebar, yakni di 6.074, 5.971, dan 5.887. Untuk resistance, ia memasang di level 6.199, 6.545, 6.688, dan 6.835. Rekomendasi saham dari Binaartha Sekuritas adalah INCO, INDF, dan MDKA.

Saham Rekomendasi: Sektor Tambang dan Konsumen Mendominasi

Dari kedua analis, sektor tambang dan barang konsumsi menjadi perhatian utama. ADMR (Adaro Minerals) dan DSNG (Dharma Satya Nusantara) direkomendasikan MNC Sekuritas, sementara INCO (Vale Indonesia) dan MDKA (Merdeka Copper Gold) masuk dalam daftar Binaartha. Untuk sektor konsumen, ICBP (Indofood CBP) dan INDF (Indofood Sukses Makmur) menjadi pilihan.

Investasi mengandung risiko. Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top