DENPASAR — OJK Provinsi Bali resmi memberangkatkan 687 mahasiswa dari Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Warmadewa, dan Universitas Dhyana Pura untuk program KKN LIK 2026. Mereka akan disebar ke 50 desa di delapan kabupaten dan Kota Denpasar selama dua bulan ke depan.
Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Aliansi strategis dengan civitas akademika dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke pelosok desa.
"Diperlukan aliansi strategis untuk mewujudkannya, bersama bergotong royong 'Sagilik Saguluk, Salunglung Sabayantaka. Paras Paros Sarpanaya'," kata Parjiman pada penutupan acara pembekalan khusus KKN LIK 2026 di Kantor OJK Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026).
Mahasiswa akan ditempatkan di enam desa di Kabupaten Badung seperti Desa Sembung, Gulingan, dan Pecatu. Di Kabupaten Tabanan, sasaran meliputi Desa Babahan, Belimbing, hingga Candikuning. Gianyar menjadi lokasi bagi Desa Petak, Puhu, dan Sebatu.
Kabupaten Klungkung mencakup Desa Getakan, Timuhun, dan Klumpu. Jembrana menjadi tujuan untuk Desa Kaliakah, Berangbang, dan Pulukan. Karangasem meliputi Desa Sangkan Gunung, Tenganan, dan Bebandem. Buleleng menjadi lokasi bagi Desa Wanagiri, Sembiran, dan Pacung. Bangli mencakup Desa Penglumbaran, Tembuku, dan Taman Bali. Sementara Kota Denpasar hanya satu desa, yakni Sanur Kaja.
Sebelum diterjunkan, seluruh peserta mendapat pembekalan khusus dari OJK. Materi yang diberikan mencakup pengenalan OJK, perlindungan konsumen, kewaspadaan terhadap kejahatan di sektor jasa keuangan, hingga pengelolaan keuangan rumah tangga.
Pembekalan dilaksanakan secara bertahap: 6 Juli 2026 untuk Universitas Udayana, 8 Juli 2026 untuk Universitas Pendidikan Ganesha, serta 9 Juli 2026 untuk Universitas Warmadewa dan Universitas Dhyana Pura.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta KKN LIK 2026 diberikan pertanggungan jiwa dan kecelakaan kerja dari BPJSTK. Selain itu, civitas akademika yang sudah memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) mendapatkan top up dana investasi di pasar modal dari Bursa Efek Indonesia.
Program KKN LIK 2026 merupakan edisi keempat yang digelar OJK bersama universitas. Sejak 2023 hingga 2025, program serupa telah menjangkau 100 desa di seluruh Bali dan melibatkan lebih dari 1.500 mahasiswa.
OJK berharap perangkat desa dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif membantu mahasiswa menjalankan program edukasi. Kegiatan yang direncanakan antara lain Edukasi Ngiring ke Banjar, Edukasi Keluarga Cerdas Keuangan, Edukasi Sekolah, Edukasi Pemuda Desa, serta survei potensi desa dan literasi keuangan.
Ke depan, OJK Provinsi Bali berkomitmen terus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.