BALI — Prancis vs Spanyol berlangsung di Dallas Stadium pada Rabu (15/7) dini hari WIB. Tim Matador memastikan tiket ke partai puncak setelah menekuk Les Bleus dengan skor meyakinkan. Gol pembuka dicetak Mikel Oyarzabal melalui titik putih di babak pertama, sebelum Porro mengunci kemenangan di babak kedua.
Gol Pedro Porro tercipta dari kerja sama tim yang apik. Bek sayap berusia 26 tahun itu terlibat umpan satu-dua dengan Dani Olmo, yang kemudian melibatkan Oyarzabal sebagai umpan silang. Pergerakan Oyarzabal berhasil menarik perhatian bek Prancis, meninggalkan Porro dalam posisi bebas di sisi kanan.
Dengan tenang, pemain Tottenham itu melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper Mike Maignan. Gol tersebut menjadi bukti kelas Porro sebagai bek sayap modern yang produktif dalam skema serangan.
Penampilan Porro di laga krusial ini membuatnya didaulat sebagai Man of The Match. SofaScore memberikan rating 8,1 untuk penampilannya. Secara defensif, ia mencatatkan satu tekel sukses, satu intersep, tiga recoveries, dan tiga kali sapuan. Porro juga memenangi dua duel darat dan dua duel udara sepanjang pertandingan.
Dilansir dari Tribuna, gol kontra Prancis membuat Pedro Porro mencatatkan namanya dalam buku sejarah Spanyol. Ia menjadi bek kedua dalam sejarah timnas yang mampu mencetak dua gol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, hanya bek tengah legendaris Fernando Hierro yang berhasil melakukannya pada Piala Dunia 1998 dan 2002.
Porro mencetak gol debutnya di turnamen ini pada babak 16 besar saat Spanyol mengalahkan Austria 3-0. Pemain kelahiran 1999 itu juga menjadi bek ketiga di Piala Dunia 2026 yang mengoleksi minimal dua gol, bergabung dengan Ramin Rezaeian (Iran) dan Daniel Munoz (Kolombia).
Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2010. Porro dan kolega kini menunggu lawan dari partai semifinal lainnya. Dengan performa impresif sang bek sayap, lini pertahanan sekaligus serangan Spanyol menjadi ancaman serius bagi calon lawan di partai puncak.