Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026: Mampukah Tembok Granit Meredam Sihir Lionel Messi?

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 02:02:01 WIB
Lionel Messi menjadi fokus utama dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss.

BALI — Perempat final Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina dan Swiss di stadion yang akan dipenuhi 80.000 pasang mata. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal. Ini duel filosofi: kejeniusan individu melawan disiplin kolektif.

Catatan 'Sihir' Messi Jadi Ancaman Utama Swiss

Argentina berkali-kali selamat dari lubang jarum berkat kelicikan dan visi La Pulga. Di babak 16 besar, Messi menciptakan tiga peluang emas dari situasi buntu, termasuk assist yang membelah pertahanan lawan.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, sadar betul bahaya ini. “Kami tidak bisa memberi Messi ruang satu meter pun di kotak penalti,” ujarnya dalam konferensi pers jelang laga.

Granit Xhaka vs Enzo Fernandez: Medan Tempur Lini Tengah

Kunci pertandingan justru terletak di tengah, bukan di pertahanan. Swiss mengandalkan pengalaman Granit Xhaka sebagai jangkar pemutus suplai bola ke Messi.

Di sisi lain, Enzo Fernandez tampil impresif sebagai pengatur ritme Argentina. Jika Fernandez mampu melepaskan tekanan dan mengirim bola cepat ke sayap, pertahanan Swiss yang rapi bisa goyah.

Rekor Head-to-Head dan Kondisi Terkini

Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia 2014 berakhir 1-0 untuk Argentina lewat gol Angel Di Maria. Namun, Swiss datang dengan modal tak terkalahkan di fase grup, hanya kebobolan satu gol dari tiga laga.

  • Argentina: Belum terkalahkan di turnamen, tetapi kebobolan dua gol cepat ke gawang Australia di babak 16 besar.
  • Swiss: Clean sheet melawan Brasil di fase grup, menunjukkan organisasi pertahanan yang matang.

Prediksi: Apakah Swiss Punya Senjata Rahasia?

Kekuatan Swiss bukan hanya bertahan. Serangan balik cepat lewat Breel Embolo dan Xherdan Shaqiri bisa menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Argentina yang kerap lengah.

Namun, sejarah menunjukkan Messi punya kecenderungan tampil luar biasa saat timnya terdesak. Pertanyaannya, akankah Swiss mempertahankan konsentrasi selama 90 menit, atau justru kelelahan dan membiarkan 'sihir' Messi bekerja di menit-menit krusial?

Laga ini dijadwalkan kick-off pukul 02.00 WIB dini hari nanti. Argentina diunggulkan, tetapi Swiss bukan lawan yang bisa diremehkan.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top