DENPASAR — Ombak setinggi empat meter diprakirakan menerjang sejumlah perairan strategis di Bali dalam empat hari ke depan. BMKG Wilayah III Denpasar menerbitkan peringatan dini pada Kamis (3/7) yang berlaku hingga Senin (6/7/2026), menyasar wilayah Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian selatan.
BMKG mengklasifikasikan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter sebagai kategori tinggi. Kondisi ini membahayakan sejumlah moda transportasi laut. Perahu nelayan sudah berisiko saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal feri harus waspada ketika angin bertiup 21 knot dan ombak mencapai 2,5 meter.
Kapal tongkang juga masuk dalam daftar rawan. BMKG mencatat angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter sudah cukup membahayakan operasional tongkang di perairan selatan Bali.
Pola angin di perairan utara dan selatan Bali bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan berkisar 4 hingga 25 knot. Kecepatan arus laut juga terpantau tinggi. Di Selat Badung, arus mencapai 1,56 hingga 2,24 knot. Sementara di Selat Lombok bagian selatan, arus lebih kencang lagi, yakni 1,54 hingga 2,93 knot. Perairan selatan Pulau Bali mencatat arus 1,37 hingga 1,90 knot.
Meski tidak setinggi perairan selatan, Selat Lombok bagian utara tetap perlu diwaspadai. BMKG memprakirakan gelombang di wilayah ini mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Risiko tetap mengintai perahu nelayan dan kapal tongkang yang melintas. Kecepatan arus di sana tercatat 1,13 hingga 1,77 knot.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut selama periode peringatan ini. Informasi terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG Wilayah III Denpasar.