Catut Nama Presiden Prabowo, Petugas Dinsos Gadungan di Jembrana Diringkus Polisi

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 00:10:01 WIB
Petugas kepolisian meringkus pelaku penipuan yang mencatut nama Presiden Prabowo di Jembrana.

JEMBRANA — Aksi penipuan dengan modus mengaku petugas Dinsos dan mencatut nama presiden terbongkar setelah calon korban melapor ke kepala desa. Pelaku yang belum disebutkan identitasnya kini mendekam di Mapolres Jembrana untuk pemeriksaan intensif.

"Benar, terduga pelaku sudah diamankan," ungkap Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, Selasa (30/6/2026).

Modus: Survei Bantuan Rp 125 Juta, Minta Uang Administrasi

Peristiwa itu terjadi di rumah Muhammad Imam S di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, pada Senin (29/6). Dalam unggahan media sosialnya, Imam menceritakan pelaku datang dengan dalih menanyakan kepemilikan tanah di desa setempat.

Pria itu kemudian mengaku sedang melakukan survei untuk menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu senilai Rp 125 juta. Ia mengklaim dana tersebut merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Lalu dengan rayuannya dia meminta uang registrasi untuk membeli materai dan juga map yang berisi stempel langsung dari Dinas Sosial sebesar Rp 375 ribu dan itu diminta saat itu juga," tulis Imam dalam unggahannya.

Korban Curiga, Lapor ke Kepala Desa

Imam menaruh curiga lantaran nominal bantuan yang fantastis dan desakan untuk membayar di tempat. Ia pun meminta istrinya melapor kepada kepala Desa Pulukan.

Laporan tersebut diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Pekutatan. Petugas langsung mendatangi lokasi dan meringkus pelaku sebelum sempat kabur membawa uang korban.

Polisi Duga Ada Korban Lain di Kecamatan Melaya

Kapolres Citra mengatakan pihaknya masih mendalami dugaan penipuan tersebut. Menurutnya, aksi tipu-tipu ini diduga bukan yang pertama kali dilakukan pelaku.

"Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini. Untuk detailnya, nanti akan kami ekspos secara resmi," imbuh Citra.

Berdasarkan informasi awal, beberapa warga di wilayah Kecamatan Melaya dilaporkan telah menjadi korban dan mengalami kerugian hingga Rp 500 ribu. Polres Jembrana kini mengembangkan kasus ini untuk mencari korban lain.

"Saat ini kami masih menunggu laporan resmi dari masyarakat yang merasa dirugikan," pungkas Citra.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top