DENPASAR — Rakernas ADPSI II mengusung tema “Penguatan Fiskal Daerah untuk Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”. Buky Wibawa Karya Guna menyebut tema ini dipilih karena kapasitas fiskal yang kuat menjadi fondasi pembangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Lima isu strategis yang dibahas dalam forum ini meliputi penguatan sinergi pusat-daerah dan optimalisasi penerimaan daerah. Selain itu, Rakernas juga menyoroti penguatan fungsi legislasi dan pengawasan DPRD dalam mengelola sumber daya pemerintah.
Isu lainnya mencakup penguatan kebijakan fiskal daerah dan pengawasan APBD untuk mengoptimalkan potensi pendapatan. Peran strategis Danantara dalam mendorong investasi yang memperkuat sinergi pusat-daerah juga masuk dalam daftar bahasan. Terakhir, strategi hilirisasi dan optimalisasi penerimaan negara dibahas sebagai bagian dari pembangunan nasional berkelanjutan.
Buky mengakui bahwa penyesuaian TKD berdampak pada berkurangnya kapasitas fiskal daerah. Namun, ia menegaskan kondisi ini tidak boleh menghambat pembangunan.
“Pengurangan transfer dari pusat bukan berarti pembangunan di daerah harus berhenti. Justru ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam menjalankan pembangunan,” ujarnya.
Ia mencontohkan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong pendataan ulang aset daerah agar lebih produktif. “Jangan sampai aset daerah hanya menjadi aset pasif. Masih banyak lahan milik pemerintah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan asli daerah,” kata Buky.
Menurut Buky, optimalisasi potensi penerimaan dari sektor pajak, seperti pajak kendaraan bermotor, juga perlu terus digenjot. Inovasi dalam pengelolaan aset daerah menjadi langkah konkret yang bisa ditempuh tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer pusat.
Ia menambahkan, rekomendasi dari Rakernas ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah pusat maupun daerah. “Lima isu strategis yang akan dibahas diharapkan melahirkan rekomendasi yang implementatif, inovatif, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan,” pungkas Buky.