BALI — Keputusan evakuasi diambil setelah pihak rumah sakit mempertimbangkan risiko keselamatan pasien, terutama mereka yang dirawat di lantai atas gedung. Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin Sinanu, mengatakan aktivitas gempa susulan yang cukup intens menjadi alasan utama pemindahan sementara ini.
"Siang tadi kami sempat mulai memindahkan pasien kembali masuk ke ruang, tetapi sore ini sudah dua kali gempa susulan jadi kami melakukan tindakan antisipasi. Kebetulan tenda-tenda juga sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," ujarnya kepada Antara, Rabu (17/9).
Pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur bangunan RSUD Undata telah dilakukan tim pemeliharaan sarana dan prasarana sekitar dua jam setelah gempa pertama. Hasilnya, gedung utama setinggi empat lantai dinyatakan masih layak digunakan. Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat ringan pada dua ruangan.
Sempat terjadi proses pemulangan pasien ke ruang perawatan masing-masing. Namun, rangkaian gempa susulan yang terus berlangsung hingga Selasa malam memaksa manajemen mengubah keputusan. Faktor utama yang diwaspadai adalah sulitnya mengevakuasi pasien dari lantai tiga dan empat secara cepat jika gempa lebih besar terjadi.
"Contohnya gedung di belakang kita ini ada gedung empat lantai. Pasien di lantai empat dan lantai tiga akan kesulitan bila terjadi gempa yang kuat atau lebih kuat lagi. Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang yang kita lihat ini dan ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," kata Franklin.
Meski perawatan dipindahkan ke area terbuka, manajemen RSUD Undata memastikan layanan kesehatan tetap berjalan normal. Seluruh pasien yang dievakuasi dalam kondisi aman dan diawasi ketat oleh tenaga medis serta manajemen rumah sakit.
Rumah sakit telah menyiapkan sejumlah tenda di halaman dan memanfaatkan area lobi belakang sebagai lokasi perawatan sementara. Langkah ini bersifat antisipatif sampai kondisi gempa susulan dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Belum ada kepastian kapan pasien akan dikembalikan ke ruang perawatan di dalam gedung.