BALI — Workshop yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan pariwisata. Head of Tourism Development Agung Sedayu Group, Fenny Maria, menekankan bahwa sektor pariwisata saat ini tidak bisa hanya berfokus pada penyediaan destinasi yang menarik.
Dalam workshop tersebut, peserta membahas tiga pilar utama yang menjadi fondasi pengembangan pariwisata berdampak. Pertama, lingkungan berkelanjutan. Kedua, seni dan budaya. Ketiga, penguatan UMKM dan ekonomi lokal.
“Pariwisata hari ini tidak cukup hanya menghadirkan destinasi yang menarik. Pariwisata juga harus memberi kontribusi bagi lingkungan, budaya, komunitas, dan ekonomi lokal,” ujar Fenny dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Tourism Planning and Research Analyst, Raras Wening Pratiti, menyoroti pentingnya riset dan perencanaan dalam pengembangan destinasi. Menurutnya, pembangunan destinasi harus mempertimbangkan berbagai aspek secara simultan.
“Pengembangan destinasi perlu melihat banyak aspek, mulai dari kebutuhan pengunjung, potensi kawasan, lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat. Dari sana, pariwisata bisa memberi nilai yang lebih luas,” kata Raras.
Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat setempat menjadi syarat agar manfaat pariwisata bisa dirasakan secara merata.
Fenny Maria menegaskan bahwa kolaborasi antarpelaku industri menjadi kunci dalam menciptakan destinasi yang berkelanjutan. Tanpa keterlibatan aktif semua pihak, dampak positif pariwisata sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
“Kami ingin destinasi berkembang sebagai ruang bersama. Bukan hanya tempat untuk dikunjungi, tetapi juga tempat yang memberi nilai dan dampak bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Selain sesi pemaparan, workshop juga diisi dengan diskusi kelompok. Para peserta merumuskan strategi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna sekaligus membuka peluang lebih besar bagi UMKM dan komunitas lokal.
Melalui Tourism Workshop Vol. 4, PIK Tourism Board berharap dapat memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan. Tujuan akhirnya adalah mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
Acara ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Agung Sedayu Group dalam mengembangkan kawasan wisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.