Samsung Browser Bantu Pengguna Atasi Kekacauan Tab HP dengan Fitur AI dan Grup Tab yang Rapi

Penulis: Feri Andika  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 01:29:01 WIB
Samsung Browser hadirkan fitur AI untuk otomatis menutup tab yang tidak digunakan.

Setelah bertahun-tahun bolak-balik menggunakan Chrome dan Firefox, seorang pengguna setia Samsung Galaxy memutuskan untuk kembali ke Samsung Browser. Hasilnya? Kebiasaan buruk membuka 50 hingga 100 tab dalam satu sesi browsing mulai terkendali.

Bukan tanpa alasan. Samsung Browser, yang dulu dikenal sebagai Samsung Internet, kini menawarkan sejumlah fitur yang dirancang khusus untuk mengelola tab secara cerdas. Fitur utama yang paling disorot adalah smart cleanup, sebuah mekanisme AI yang secara otomatis mendeteksi dan menutup tab yang tidak lagi digunakan. Tujuannya jelas: menghemat RAM perangkat dan mencegah ponsel lemot akibat terlalu banyak tab menganggur.

Otomatis Bersihkan Tab Usang, Bisa Diatur Sendiri

Salah satu fitur yang paling membantu adalah kemampuan untuk mengatur penutupan tab secara otomatis setelah jangka waktu tertentu. Pengguna bisa mengaksesnya lewat menu tiga titik, masuk ke Settings > Auto-close unused tabs. Dengan begitu, tab yang sudah berusia berbulan-bulan tanpa sempat dibaca bisa langsung dibersihkan tanpa perlu repot manual.

Fitur ini menjadi jawaban bagi mereka yang sering lupa menutup tab setelah selesai berbelanja atau membaca artikel. Alih-alih membiarkan tab menumpuk seperti hutan digital, sistem akan membereskannya secara berkala.

Grup Tab ala Chrome, Tapi Lebih Sederhana

Samsung Browser juga mengadopsi fitur tab groups yang mirip dengan Chrome. Bedanya, implementasinya terasa lebih ringan dan tidak memerlukan ekstensi tambahan seperti di Firefox Mobile.

Cara membuatnya cukup mudah: buka bagian tab, tekan menu tiga titik, pilih Create tab group, centang tab yang ingin dikelompokkan, lalu beri nama dan warna. Proses ini hanya memakan beberapa detik dan terasa natural bahkan saat digunakan untuk browsing santai seperti membandingkan harga produk di Amazon.

Bagi pengguna yang sering riset atau bekerja dari ponsel, fitur ini menghilangkan kebutuhan untuk membuka banyak aplikasi catatan hanya untuk mengingat halaman mana yang sedang dibaca.

Mode Rahasia dengan Lapisan Keamanan Ekstra

Samsung Browser juga memiliki Secret mode, setara dengan mode Incognito di Chrome. Namun, ada tambahan yang membuatnya lebih aman: fitur Smart Anti-Tracking yang memblokir pelacak pihak ketiga secara otomatis.

Yang lebih menarik, pengguna bisa mengunci akses ke tab rahasia ini dengan kata sandi atau biometrik. Caranya: buka menu tiga titik di bagian tab, pilih Secret mode settings, lalu aktifkan Use password. Setelah itu, siapa pun yang mencoba membuka tab rahasia harus melewati verifikasi terlebih dahulu. Cocok untuk pengguna yang kerap meminjamkan ponselnya ke orang lain.

Sinkronisasi ke PC Tanpa Ribet

Salah satu alasan pengguna bertahan di Chrome dan Firefox selama ini adalah kemudahan sinkronisasi antar perangkat. Samsung Browser kini menjawab kebutuhan itu dengan dukungan penuh di Windows 10 dan 11, tanpa harus memiliki Galaxy Book.

Semua data yang tersimpan di Samsung Pass otomatis terbawa dari Samsung Cloud. Pengguna cukup masuk ke akun yang sama, dan bookmark, kata sandi, serta pengaturan lainnya langsung tersinkronisasi. Tampilan antarmuka di desktop juga tetap ringan dan tidak penuh bloatware, seperti versi mobile-nya.

Bagi pengguna Samsung Galaxy di Indonesia yang selama ini merasa terbatas dengan browser bawaan, pembaruan fitur ini bisa menjadi alasan kuat untuk tidak lagi bergantung pada Chrome atau Firefox. Terlebih, dengan kebiasaan membuka banyak tab yang sudah menjadi gaya hidup digital, fitur pembersihan otomatis dan grup tab yang rapi bisa mengubah cara kita menjelajah internet setiap hari.

Reporter: Feri Andika
Sumber: androidpolice.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top