Uji Coba Jalan Satu Arah di Simpang Hang Tuah-Sedap Malam Denpasar Mulai 2 Juni, Solusi Macet atau Hambatan Baru?

Penulis: Eri Subagio  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 12:08:31 WIB
Petugas Dinas Perhubungan mengatur arus lalu lintas di Simpang Hang Tuah-Sedap Malam saat uji coba satu arah.

DENPASAR — Simpang Jalan Hang Tuah–Jalan Danau Beratan, yang selama ini dikenal sebagai titik kemacetan di Kota Denpasar, resmi diuji coba dengan sistem satu arah mulai Selasa (2/6/2026). Rekayasa lalu lintas ini menyasar ruas yang kerap padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Mengapa Simpang Ini Selalu Macet?

Kawasan simpang Hang Tuah–Sedap Malam merupakan pertemuan arus dari beberapa arah menuju pusat kota dan kawasan wisata. Kepadatan terjadi karena volume kendaraan yang melintas tidak sebanding dengan kapasitas jalan, terutama saat jam masuk dan pulang kerja.

Uji coba ini menjadi langkah awal Dinas Perhubungan untuk mengurai titik kemacetan tanpa harus melakukan pelebaran jalan yang memakan biaya besar. Pengendara yang biasa melintas di jalur ini kini harus menyesuaikan rute alternatif.

Bagaimana Skema Baru Ini Bekerja?

Dalam uji coba tersebut, arus kendaraan di Jalan Hang Tuah menuju Jalan Danau Beratan hanya diperbolehkan melaju satu arah. Sebaliknya, kendaraan dari arah Jalan Danau Beratan menuju Hang Tuah dialihkan melalui ruas jalan lain yang sudah ditentukan.

Petugas Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Denpasar ditempatkan di beberapa titik untuk mengatur lalu lintas dan memberikan arahan kepada pengendara yang masih bingung dengan skema baru. Papan petunjuk sementara juga dipasang di sejumlah sudut simpang.

Respons Pengguna Jalan: Antara Harapan dan Keluhan

Sejumlah pengendara yang ditemui di lokasi mengaku kebingungan pada hari pertama uji coba. "Saya biasa lewat sini setiap hari, tiba-tiba harus mutar jauh. Semoga ada penyesuaian," ujar Made, seorang pengemudi ojek online yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Namun, tak sedikit pula yang mendukung kebijakan ini. Mereka berharap sistem satu arah bisa memecah kemacetan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. "Daripada macet setengah jam, lebih baik mutar lima menit. Asal konsisten," kata Wayan, warga Denpasar yang bekerja di dekat simpang.

Apa Langkah Selanjutnya dari Pemkot?

Uji coba ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Dinas Perhubungan Kota Denpasar akan mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan data volume kendaraan, waktu tempuh, dan keluhan masyarakat.

Jika terbukti efektif mengurangi kemacetan, sistem satu arah ini akan dijadikan kebijakan permanen. Sebaliknya, jika justru menimbulkan hambatan baru di ruas lain, Pemkot Denpasar akan mencari solusi alternatif, termasuk kemungkinan rekayasa ulang atau penambahan rambu.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: radarbadung.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top