NEGARA — Pemerintah Kabupaten Jembrana memacu proses administrasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah setempat yang meninggal dunia di Jepang. Target penyelesaian berkas dikejar sebelum perayaan Hari Raya Galungan.
Pemulangan jenazah PMI asal Jembrana ini memerlukan sejumlah dokumen lintas negara yang harus rampung di tingkat desa, kabupaten, hingga perwakilan Indonesia di Jepang. Proses birokrasi ini yang tengah dipercepat oleh Dinas terkait.
Pihak Pemkab Jembrana melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat bergerak cepat mengurus surat-surat kematian dan dokumen kepulangan. Koordinasi dengan keluarga korban di kampung halaman juga terus dilakukan untuk memastikan data lengkap.
“Kami kejar agar semua persyaratan selesai sebelum Galungan. Ini menyangkut kepulangan warga kami yang terakhir,” ujar seorang pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jembrana, Senin lalu.
Galungan merupakan hari raya suci umat Hindu di Bali yang identik dengan tradisi pulang kampung dan berkumpul keluarga. Pemerintah daerah ingin jenazah sudah tiba di tanah air sebelum hari raya agar keluarga bisa melaksanakan upacara secara utuh.
Jika proses molor, kekhawatiran muncul pada aspek teknis pengurusan jenazah di luar negeri dan biaya penyimpanan yang terus bertambah. Pemkab Jembrana berupaya memangkas waktu tunggu di setiap tahapan.
Setelah administrasi di tingkat kabupaten rampung, dokumen akan diteruskan ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Tokyo. Pemerintah daerah berharap tidak ada kendala berarti dalam proses pengiriman jenazah ke Bali.
Pemkab Jembrana juga menyiapkan pendampingan bagi keluarga PMI yang ditinggalkan, termasuk bantuan transportasi dari bandara menuju rumah duka di desa asal.