Denpasar - Aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di Denpasar Selatan, Bali, Selasa (24/2), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama empat hari berturut-turut. Genangan air dilaporkan masuk ke rumah-rumah warga di kawasan Desa Sidakarya dan sekitarnya sejak dini hari.
Salah satu warga di Jalan Kerta Dalem, Yuli, mengatakan ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. “Air naik kira-kira sampai ketinggian 30 cm, di bawah lutut,” kata Yuli di Denpasar, Selasa.
Perempuan yang menjalankan usaha salon itu menuturkan air mulai merembes masuk ke tempat usahanya yang juga difungsikan sebagai rumah pada Selasa (24/2) dini hari. Kondisi tersebut memaksanya membersihkan dan mengamankan barang-barang agar tidak rusak.
Genangan serupa juga terjadi di sejumlah titik perumahan, termasuk di Jalan Kerta Dalem Sari 1B. Hingga pukul 10.00 WITA, ketinggian air di lokasi itu dilaporkan berkisar 30 sentimeter.
Luapan air berasal dari sungai yang membelah Desa Sidakarya. Sungai tersebut diduga merupakan bagian hilir dari Tukad Badung, sehingga peningkatan debit air berdampak langsung pada kawasan permukiman di sekitarnya.
Tumpukan sampah plastik terlihat menyangkut di jembatan kecil yang menghubungkan permukiman dengan Jalan Kerta Dalem. Kondisi itu turut memperparah aliran air yang melimpas ke lingkungan warga.
Warga lainnya, Nasya, yang membuka warung makan di Jalan Sidakarya, juga terdampak banjir. Ia terlihat menguras air yang masuk ke warung sekaligus rumahnya.
“Baru kali ini air masuk, biasanya di Kerta Dalem air masuk ke rumah kalau hujan,” ucapnya.
Meski demikian, Nasya tetap membuka usahanya agar aktivitas ekonomi tetap berjalan. Di sisi lain, warga sekitar bergotong royong membersihkan saluran dan gorong-gorong yang tersumbat sampah guna mempercepat surutnya air.
Banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga area persawahan di sekitar Kerta Dalem. Sejumlah pedagang di sekitar Pasar Sidakarya turut terdampak genangan.
Selain Sidakarya, beberapa titik lain di Denpasar seperti Pemogan, Panjer, Sesetan, dan Bumi Ayu Sanur juga dilaporkan mengalami banjir.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah mengeluarkan peringatan dini dengan level waspada hingga awas terkait potensi hujan sedang hingga ekstrem disertai angin kencang di Bali pada 24-26 Februari 2026. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.