Pencarian

Parade Gebogan 15 Banjar hingga Kuliner Langka Ramaikan Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Tabanan

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:24:31 WIB
Parade Gebogan 15 Banjar hingga Kuliner Langka Ramaikan Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Tabanan
Ratusan peserta dari 15 banjar adat mengikuti parade gebogan dalam pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival ke-7 di Tabanan.

TABANAN — Tanah Lot kembali menjadi panggung perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam gelaran Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Mengusung tema "Samudrasakti Raksanam Jagat Samyana", festival yang berlangsung tiga hari ini dirancang untuk mempertemukan kekuatan tradisi dengan dinamika pariwisata modern.

Berbeda dari edisi sebelumnya yang melibatkan desa se-Kecamatan Kediri, parade gebogan tahun ini secara khusus melibatkan masyarakat Desa Adat Beraban. Sebanyak 15 banjar adat akan bergiliran tampil setiap harinya.

15 Banjar Adat Tampil dengan Gebogan Seragam

Jro Bendesa Adat Beraban, I Ketut Sujana, mengatakan setiap hari ada lima banjar yang bergantian menampilkan parade. Masing-masing banjar mengirimkan 20 peserta pilihan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Beraban.

"Sebanyak 15 banjar adat di Desa Beraban yang akan terlibat," katanya dalam konferensi pers di Natya Hotel Tanah Lot, Senin (24/8/2026).

Para peserta mengenakan busana seragam dan membawa gebogan bertingkat tiga dengan tinggi yang sama. Buah serta jajan yang menghiasinya menggunakan nuansa tridatu—merah, putih, dan hitam—sehingga menciptakan identitas visual yang khas.

"Bentuk gebogan itu sama, termasuk sampiannya juga sama," ucap Sujana.

Barisan perempuan pembawa gebogan berjalan diiringi gamelan beleganjur. Perpaduan gerak langkah, bunyi gamelan, dan susunan gebogan menjadi pertunjukan yang memperlihatkan tradisi Bali tetap hidup melalui keterlibatan langsung masyarakat.

Dua Segmen Panggung: Sunset in Paradise hingga Musik Malam

Ketua Panitia Tanah Lot Festival ke-7, Manik Tenaya, menyebut konsep tahun ini tetap berpijak pada seni budaya dan kuliner khas Tabanan, meski ada sejumlah perubahan dalam desain dan rangkaian acara. Festival ini juga menjadi ruang bagi seniman lokal untuk tampil lebih dekat dengan wisatawan.

"Tanah Lot Festival akan tetap menjadi festival yang paling ditunggu. Penuh hiburan, kuliner, dan menata desain photoshoot untuk media sosial dengan konsep all in one," ujarnya.

Pertunjukan dibagi menjadi dua segmen. Sunset in Paradise berlangsung pukul 10.00 hingga 18.30 WITA, menyasar wisatawan yang datang menikmati panorama matahari terbenam. Setelah itu, panggung beralih ke pertunjukan musik dan bebonderesan mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WITA untuk masyarakat umum.

Ikon Kuliner: Menghidupkan Rasa Tabanan yang Mulai Langka

Kuliner menjadi kekuatan utama festival ini. Program Ikon Kuliner menggantikan konsep Klinik Kuliner pada pelaksanaan sebelumnya. Program ini mengangkat makanan tradisional Tabanan yang mulai jarang ditemui, dengan sesi tutorial proses pembuatan yang hasilnya dibagikan gratis kepada pengunjung.

Beragam kuliner otentik yang dapat ditemukan antara lain Jukut Gonda, Lindung Metunu Sambal Bejek, Kakul Suna Cekuh, Pesan Testes, Kuah Kakul, Rujak Bir, Jaje Uli Tape, Rujak Tibah (mengkudu), dan Loloh Cem Cem.

Pilihan mengangkat makanan yang mulai jarang ditemui membuat kuliner tidak sekadar pelengkap festival. Di dalamnya terkandung pengetahuan tentang bahan, cara mengolah, resep, dan cita rasa yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Tabanan.

Evening Market dan Dukungan untuk Produk Lokal

Kemeriahan berlanjut hingga malam melalui Evening Market di sekitar Panggung Utama. Area ini menghadirkan kuliner urban, produk fashion, stan sponsor, hingga area bermain anak. Konsep ini merupakan pengembangan dari uji coba pada festival tahun sebelumnya yang mendapat respons positif.

Semangat I Love Local menjadi dasar penyusunan program pertunjukan. Seniman-seniman lokal Bali mendapatkan ruang memperkenalkan karya mereka, sementara puluhan stan kuliner dan kerajinan masyarakat turut meramaikan festival yang berlangsung di kawasan wisata Tanah Lot tersebut.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tatkala.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks