Pencarian

Calon Perbekel Pejeng Kadek Kamardiyana Dapat Nomor Urut 1, Usung Visi Pertanian dan Pelestarian Curik Bali

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:23:31 WIB
Calon Perbekel Pejeng Kadek Kamardiyana Dapat Nomor Urut 1, Usung Visi Pertanian dan Pelestarian Curik Bali
Calon Perbekel Pejeng I Kadek Kamardiyana menerima nomor urut 1 dalam rapat pleno Panitia Pemilihan Kabupaten Gianyar, Selasa (25/8/2026).

GIANYAR — Tiga kandidat calon Perbekel Pejeng resmi menerima nomor urut masing-masing dalam rapat pleno yang digelar Panitia Pemilihan Kabupaten Gianyar, Selasa (25/8/2026). Salah satunya, I Kadek Kamardiyana, yang keluar sebagai pemegang nomor urut 1.

Bagi Kamardiyana, nomor tersebut memiliki makna simbolis yang lebih dalam dari sekadar angka. Ia menegaskan bahwa posisi pertama harus diartikan sebagai komitmen untuk menjadi yang terdepan dalam melayani masyarakat.

"Bagi saya, nomor satu bukan berarti harus menjadi yang paling di depan, tetapi bagaimana kita bisa menjadi yang pertama dalam melayani masyarakat dengan hati. Nomor satu ini pengingat untuk selalu mendengar, memahami, dan mengutamakan kepentingan masyarakat Pejeng," ujar Kamardiyana dalam keterangannya usai pengundian.

Latar Belakang Kandidat: Dari Kelian Banjar hingga Pendiri Mai Organic Farm

Nama Kamardiyana bukanlah sosok asing bagi krama (warga) Desa Pejeng. Sehari-hari, ia menjabat sebagai Kelian Banjar Dinas Panglan, sebuah posisi yang menempatkannya dekat dengan persoalan warga di tingkat banjar.

Di luar tugas adat tersebut, ia dikenal sebagai tokoh pegiat pertanian berbasis komunitas. Sejak 2016, Kamardiyana mendirikan Mai Organic Farm, sebuah inisiatif yang mencoba mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata edukasi serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Pengalamannya sebagai mantan manajer perusahaan travel turut membentuk cara pandangnya terhadap potensi desa. Kombinasi antara pemahaman sektor wisata dan aktivisme lingkungan menjadi modal yang ia tawarkan dalam kontestasi kali ini.

Komunitas Curik Bali dan Gerakan Konservasi di Pejeng

Selain berkutat di sektor pertanian, Kamardiyana juga aktif dalam aksi pelestarian lingkungan. Ia tercatat sebagai salah satu inisiator Komunitas Curik Bali di Pejeng.

Komunitas ini fokus pada upaya penangkaran dan pelepasliaran burung endemik Curik Bali. Kegiatan tersebut berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem desa yang juga menopang lahan pertanian warga.

Kiprahnya di bidang konservasi inilah yang kemudian menjadi salah satu pijakan visinya dalam membangun desa, dengan konsep yang ia sebut sebagai gerakan dari konservasi menuju kesejahteraan masyarakat.

Makna 'Pejeng Mantap' bagi Warga

Dalam Pilkel Pejeng 2026, Kamardiyana mengusung jargon "Pejeng Mantap". Nama tersebut merupakan akronim dari Muda, Amanah, Ngayah, Tulus, Aktif Berinovasi, dan Peduli.

Ia membawa gagasan untuk menyeimbangkan pembangunan desa dengan pendekatan partisipatif. Melalui jargon ini, ia ingin menekankan pentingnya aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Makna nomor satu bagi kami adalah satu tujuan, satu semangat, dan satu hati untuk membangun Pejeng melalui aksi nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.

Dengan telah ditetapkannya nomor urut, Kamardiyana bersama dua calon lainnya kini bersiap melangkah ke tahapan Pilkel Pejeng berikutnya sesuai jadwal yang ditentukan oleh panitia pemilihan setempat.

Follow lensabali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks