AMLAPURA — Truk bermuatan pasir bernomor polisi DK 8425 TD melaju dari arah Jungutan menuju Amlapura saat sistem pengeremannya mendadak tidak berfungsi di lintasan menurun dan menikung. Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono menyebut kondisi jalan di lokasi memang menurun sehingga laju kendaraan tak bisa dihentikan.
Pada saat bersamaan, truk DK 8287 OO yang dikemudikan I Made Ari melintas dari arah berlawanan. Benturan keras pun terjadi dan membuat kedua kendaraan berat itu terperosok masuk ke kebun warga di pinggir jalan.
Pengemudi truk pasir, Muhamad Andri Firmansyah, sempat terjepit badan kendaraan sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan warga sekitar. Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena posisi kabin yang ringsek akibat benturan.
Kedua pengemudi langsung dilarikan ke RS Balimed Karangasem untuk perawatan medis. Menurut Artono, keduanya mengeluh nyeri parah di bagian tangan dan dada.
Kerusakan paling parah terjadi di bagian depan kedua truk. Polres Karangasem memperkirakan total kerugian materiil akibat musibah ini mencapai Rp 6 juta.
"Kondisi jalanan di lokasi memang menurun dan sedikit menikung, sehingga saat rem blong laju kendaraan tidak dapat dihentikan," ujar Ipda Nengah Artono saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
"Kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan. Total kerugian materiil akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp 6 juta," pungkasnya.
Jalur Bebandem dikenal memiliki kontur menurun dan menikung, kondisi yang memperbesar risiko bila sistem pengereman kendaraan bermasalah. Kasus ini menambah daftar kecelakaan akibat rem blong di kawasan tersebut.
Polres Karangasem belum menyampaikan langkah lanjutan terkait insiden ini, termasuk apakah ada pemeriksaan kelayakan kendaraan terhadap kedua truk yang terlibat.