AMLAPURA — Pria 45 tahun asal Banjar Pande, Kelurahan Semarapura Kelod, Klungkung, itu terus memandangi lautan lepas sembari mengawasi pergerakan tim Basarnas. Sejak mendapat kabar anaknya hilang, Suta langsung meluncur ke Pantai Bukit Asah dan belum meninggalkan lokasi pencarian.
Korban diketahui terjatuh ke laut pada Minggu (25/10/2026) pagi saat sedang memancing bersama temannya. Hingga Senin siang, jasad Agus Mahendra belum ditemukan.
Agus Mahendra disebut sangat menggilai hobi memancing sejak lama. Keluarga mulanya tidak punya firasat buruk apa pun ketika korban pamit berangkat.
Beberapa hari sebelumnya, korban sempat mendapat tangkapan ikan seberat 19 kg di lokasi yang sama. "Begitu saya tahu kabar anak saya hilang, saya langsung ke sini," ucap Suta dengan nada lirih.
Niat memancing itu sejatinya sempat dilarang keluarga. Alasannya, hari itu bertepatan dengan Purnama dan Kajeng Kliwon, saat keluarga sedang menggelar ritual ngeruwak sanggah.
Korban tetap berangkat bersama temannya sekitar pukul 05.00 Wita setelah dijemput.
Sekitar pukul 08.00 Wita, Suta yang sedang berada di pasar mendadak menerima telepon dari teman korban. Kabar yang disampaikan singkat: Agus terjatuh. Sambungan telepon langsung terputus.
Setibanya di rumah, keluarga diliputi kepanikan dan histeris setelah mendapat kepastian bahwa korban hilang di laut. Sejak saat itu, Suta memilih menetap di lokasi pencarian.
Pihak keluarga kini hanya bisa pasrah. Mereka berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun.
Di samping menunggu hasil pencarian tim Basarnas, keluarga terus memanjatkan doa lewat upaya sekala dan niskala. Pencarian di perairan Pantai Bukit Asah berlanjut dengan penyisiran jalur laut di sekitar lokasi korban terjatuh.