Starlink Pulihkan Akses Starshield untuk Militer Ukraina

Penulis: Gilang Permana  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25:31 WIB
Layanan Starshield kembali aktif untuk militer Ukraina setelah pembatasan sekitar 10 hari.

BALI — SpaceX kembali mengaktifkan layanan Starshield, versi militer dari jaringan internet Starlink, untuk militer Ukraina setelah pembatasan yang berlangsung sekitar 10 hari. Menteri Pertahanan Ukraina Evgeniy Khmara menyatakan layanan tampak berjalan normal, meski pengujian masih berlangsung dan belum ada penjelasan resmi soal penyebab pembatasan. Pemulihan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menelepon CEO SpaceX Elon Musk untuk meminta layanan dipulihkan.

Selama periode pembatasan, drone militer Ukraina kehilangan koneksi internet saat terbang dengan kecepatan sekitar 100 mil per jam. Kondisi itu membuat sejumlah drone lepas kendali, sementara unit lain terpaksa melambat dan jadi lebih rentan terhadap serangan.

Pembatasan menyasar Starshield, varian Starlink yang dirancang untuk kebutuhan pertahanan dan operasi militer. Jaringan satelit ini menjadi tulang punggung komunikasi di garis depan Ukraina sejak konflik dengan Rusia memanas.

Pemulihan dan Pengujian yang Belum Tuntas

Khmara menyampaikan kepada wartawan bahwa Starshield tampak kembali normal. Meski begitu, militer Ukraina masih menjalankan serangkaian pengujian untuk memastikan kestabilan koneksi di berbagai kondisi operasi.

Hingga kini, pihak Ukraina belum menerima penjelasan resmi dari SpaceX maupun pemerintah Amerika Serikat mengenai alasan di balik pembatasan tersebut. Ketidakjelasan ini menyisakan pertanyaan soal jaminan keberlangsungan layanan ke depan.

Peran Trump dalam Pemulihan Layanan

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump menghubungi Musk pada Rabu dan meminta agar layanan Starshield dipulihkan. Laporan sebelumnya menyebut Musk memerintahkan SpaceX membatasi akses Starlink ke Ukraina, dengan sejumlah sumber menyatakan langkah itu sempat dibahas bersama pemerintahan Trump.

Baik Trump maupun Musk belakangan melontarkan kritik terbuka terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Musk dalam unggahannya di X menulis, "Zelensky has gone too far."

Alasan Musk dan Klaim Pelanggaran Ketentuan

Musk membantah pembatasan dilakukan tanpa alasan. Dalam unggahan di X, ia menyatakan Ukraina "melanggar ketentuan layanan Starlink dan menggunakannya untuk serangan drone ofensif yang menewaskan orang."

"Jika Starlink dimatikan, garis depan Ukraina akan langsung runtuh," kata Musk. "Ini BUKAN ancaman, ini sekadar pernyataan fakta."

Dampak ke Operasi Militer Ukraina

Ketergantungan militer Ukraina pada Starshield membuat gangguan koneksi berdampak langsung ke koordinasi unit di lapangan. Drone yang kehilangan sinyal saat melaju cepat tidak hanya berhenti berfungsi, tetapi juga memperbesar risiko kegagalan misi dan kehilangan perangkat.

Pemulihan layanan meredakan kekhawatiran jangka pendek. Namun, status Starshield sebagai layanan komersial milik perusahaan swasta Amerika Serikat menempatkan Ukraina pada posisi rentan setiap kali terjadi ketegangan politik di Washington.

Starlink beroperasi sebagai penyedia internet satelit orbit rendah dengan cakupan global, termasuk Indonesia melalui kerja sama dengan penyedia lokal. Varian Starshield dikembangkan terpisah untuk klien pemerintah dan pertahanan, dengan tingkat enkripsi dan kontrol yang lebih ketat dibanding layanan konsumen.

Kasus Ukraina memperlihatkan bagaimana infrastruktur konektivitas swasta bisa menjadi instrumen tekanan geopolitik. Bagi pasar telekomunikasi, preseden ini memunculkan pertanyaan soal kedaulatan jaringan dan ketergantungan pada operator asing.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top