BADUNG — Aksi bersih-bersih dan tanam pohon di kawasan Kuta itu dipimpin langsung Pasma Royce bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa dan sejumlah pejabat utama Polda Bali. Personel dari berbagai satuan kerja Polda Bali turut dikerahkan bersama unsur pemerintah wilayah Kuta.
Dalam kesempatan itu, Kapolda Bali menilai pelestarian alam tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Ia menyebut keterlibatan masyarakat dan komunitas lingkungan sebagai kunci terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pasma menjelaskan, Green Policing merupakan bagian dari poin pertama program Quick Wins Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Program itu menyasar terwujudnya ruang publik yang aman melalui kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat.
"Personel Polda Bali harus hadir di tengah masyarakat secara humanis, responsif, dan solutif. Kehadiran Polri harus mampu membangun rasa aman sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan," ujar Pasma.
Menurutnya, kehadiran Polri tidak berhenti pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan terhadap kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari cara kerja itu.
Pasma menegaskan, Green Policing yang digelar setiap Jumat pagi sejalan dengan kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana. Nilai yang ditekankan khususnya Palemahan, yakni hubungan harmonis antara manusia dan alam.
"Kegiatan Green Policing yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi ini juga selaras dengan nilai kearifan lokal Bali, yaitu Tri Hita Karana, khususnya bagian Palemahan, yakni hubungan yang harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungan yang diwujudkan melalui upaya menjaga kebersihan, merawat tumbuhan, dan melestarikan alam," katanya.
Dari sisi praktik, Kapolda mengajak warga memulai kepedulian lewat langkah sederhana. Tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum, serta merawat pohon dan ruang terbuka di lingkungan masing-masing.
Polda Bali mendorong kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat. Sasaran akhirnya menjaga kebersihan sekaligus kelestarian alam Bali.
Kegiatan di Kuta melibatkan komunitas Kawan Alam Indonesia, para pegiat lingkungan, relawan, dan Satgas Kebersihan Pantai Kuta. Unsur pemerintah wilayah Kuta juga hadir mendukung aksi yang berlangsung sejak pagi itu.