BALI — Persija Jakarta menghancurkan Arema FC dengan skor 1-5 pada pekan ke-6 BRI Super League 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026) malam. Alexander Thomas Jeremejeff mencetak dua gol, sementara lini belakang Singo Edan kebobolan 14 gol dalam enam laga.
Gawang Arema FC yang dikawal Adi Satryo harus memungut bola lima kali dari jaringnya sendiri. Jeremejeff membuka pesta gol Macan Kemayoran pada menit ke-10, lalu menambah satu lagi di masa injury time babak pertama (45+1').
Dominasi Persija berlanjut setelah turun minum. Stjepan Loncar mencatatkan namanya di menit ke-76, disusul Victor Benjamin Dethan empat menit berselang, dan Ivan Mamut menutup penderitaan Singo Edan pada menit 90+2.
Arema hanya mampu membalas sekali lewat Gabriel Silva di menit ke-87, memanfaatkan umpan terobosan Matheus Blade. Gol hiburan itu tidak mengubah apa pun.
Hasil ini menjadi kekalahan paling telak Arema FC sejak Marcos Vinicius dos Santos Goncalves mengambil alih kursi pelatih pada musim 2025/2026. Skor 1-5 juga mengulang memori kelam 2019, ketika Singo Edan dihancurkan PSIS Semarang dengan angka identik di Stadion Moch Soebroto, Magelang.
Laga dipimpin wasit Thoriq Munir Alkatiri. Agregat gol Arema kini minus dua, dengan 14 gol kebobolan dari enam pertandingan — melampaui 12 gol yang mereka cetak.
Masalah utama Arema ada di lini belakang. Para pemain bertahan minim melakukan pressing terhadap penguasaan bola Persija, sehingga pemain Macan Kemayoran leluasa menguasai bola di sepertiga akhir pertahanan Singo Edan.
Shin Tae-yong memperagakan skema agresif sejak babak pertama. Sektor kanan Arema yang dijaga Achmad Maulana dieksploitasi duet muda Persija, Dony Tri Pamungkas dan Arlyansyah. Tekanan tinggi membuat Maulana kewalahan dan ditarik keluar pada menit ke-26 karena cedera, digantikan Robi Darwis.
Marcos Santos sempat memasukkan Betinho Filho untuk memperkuat lini tengah, tetapi STY memindahkan fokus serangan ke sayap lewat pemain-pemain cepat. Striker tunggal Arema, Mauro Zijlstra, tidak berdaya karena minim pasokan bola.
Kekalahan ini memperpanjang rekor lima pertandingan tanpa kemenangan bagi Singo Edan. Dalam dua laga terakhir saja, gawang Arema kebobolan delapan kali dan hanya mencetak dua gol.
Kondisi tersebut membuat posisi Marcos Santos di kursi pelatih utama semakin kencang digoyang isu pemecatan.