BALI — Indomobil eMotor Sprinto resmi dibanderol Rp 25,75 juta OTR Jadetabek, sekitar Rp 3,25 juta lebih murah dari Polytron Fox 350 versi beli putus. Tapi selisih harga itu ada tebusannya: jarak tempuh Sprinto 20 km lebih pendek dan kapasitas baterainya 1,3 kWh lebih kecil. Buat pembeli yang mengutamakan angka di brosur, Fox 350 tetap unggul di atas kertas.
Angka Rp 25,75 juta itu tercatat di situs resmi Indomobil eMotor per 21 Oktober 2026, dengan keterangan OTR Jadetabek. Situs tersebut tidak mencantumkan tanggal mulai berlaku, dan perusahaan menyatakan harga OTR bisa berbeda menurut wilayah dan periode.
Sprinto bukan produk baru di pasar. Motor listrik ini diperkenalkan di Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 pada November 2025 dengan harga Rp 25,5 juta OTR Jakarta, dan mencatat hampir 500 pesanan selama pameran berlangsung.
Di jajaran Indomobil eMotor, Sprinto dipasarkan bersama Adora dan Tyranno di kisaran Rp 25 jutaan. Ketiganya memakai baterai litium 2,45 kWh dengan klaim jarak tempuh maksimal 110 km.
Dapur pacunya motor listrik 3,5 kW dengan torsi 195 Nm. Kecepatan maksimal diklaim 90 km/jam, sementara baterai litium 2,45 kWh dibekali proteksi IP67 terhadap air dan debu.
Tinggi jok berada di 770 mm, dan Sprinto tersedia dalam lima pilihan warna. Fitur Android Auto atau CarPlay disebut sebagai pertimbangan bagi calon pembeli yang mementingkan konektivitas ponsel.
Polytron Fox 350 dengan skema beli putus dijual Rp 29 juta untuk Jadetabek dan Banten. Selisih Rp 3,25 juta atau sekitar 11 persen itu bukan tanpa kompensasi teknis.
Fox 350 menawarkan jarak tempuh maksimal 20 km lebih jauh dan kapasitas baterai 1,3 kWh lebih besar. Dua angka itu yang jadi pembeda utama di atas kertas.
Hitung-hitungan efisiensi harga juga menarik. Membagi harga dengan klaim jarak tempuh menghasilkan Sprinto di kisaran Rp 234 ribu per km, sedangkan Fox 350 sekitar Rp 223 ribu per km. Keduanya tetap angka klaim pabrikan, bukan hasil pengujian independen.
Perbandingan yang sepadan adalah melawan Fox 350 versi beli putus, karena situs Indomobil eMotor tidak mencantumkan skema sewa baterai. Skema sewa Fox 350 memang menurunkan harga awal jadi Rp 17 juta, tetapi menambah biaya langganan baterai. Polytron juga menjalankan promo hingga 31 Oktober 2026.
Klaim 110 km adalah angka pabrikan. Dalam pemakaian nyata, jarak tempuh bisa lebih pendek tergantung bobot pengendara, medan, dan gaya berkendara. Untuk komuter harian, cocokkan dulu angka itu dengan rute Anda.
Informasi garansi dan skema kepemilikan baterai tidak dirinci di situs resmi. Dua hal ini justru krusial untuk kendaraan listrik, jadi tanyakan langsung ke dealer sebelum transaksi.
Harga OTR yang tercantum berlaku untuk Jadetabek. Di luar wilayah itu, konfirmasi ulang ke dealer resmi karena bisa berbeda.
Soal harga bekas, Sprinto baru dipasarkan November 2025 sehingga pasar unit second-nya belum terbentuk. Per 21 Oktober 2026 belum ada iklan Sprinto bekas di marketplace online yang bisa dijadikan patokan, jadi harga baru sesuai wilayah masih jadi acuan.
Sprinto menang di harga awal dan tenaga motor 3,5 kW. Fox 350 menang di jarak tempuh dan kapasitas baterai. Untuk pengendara dengan rute harian pendek di dalam kota, selisih Rp 3,25 juta bisa jadi alasan kuat memilih Sprinto.
Tapi kalau jarak tempuh per pengisian jadi prioritas, atau Anda butuh kepastian soal garansi baterai, Fox 350 dengan skema beli putus lebih aman. Keduanya belum punya data uji independen yang bisa jadi patokan, jadi test ride bukan opsional, melainkan wajib.