BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,13% ke level 6.039 pada perdagangan Jumat pagi (9/10), lalu berlanjut naik 0,24% ke 6.045 pada menit pertama. Dari 963 saham yang diperdagangkan, 224 menguat dan 166 melemah, sementara nilai transaksi baru mencapai Rp248 miliar dengan volume 2,9 miliar lembar saham.
Bursa Efek Indonesia mencatat mayoritas saham bergerak stagnan pada pembukaan, yakni 573 emiten tidak mengalami perubahan harga. Meski begitu, indeks saham unggulan kompak menghijau dan memberi tenaga tambahan bagi IHSG di awal sesi.
Indeks LQ45 naik 0,36% ke level 595, disusul Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat 0,35% ke 360. MNC36 memimpin dengan kenaikan 0,49% ke level 262, sedangkan IDX30 bertambah 0,35% ke 331.
Penguatan merata di indeks unggulan ini menandakan minat beli terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar. Pola serupa biasanya jadi sinyal awal apakah penguatan pagi berlanjut hingga penutupan sesi pertama.
Lima sektor mencatat penguatan pada awal perdagangan: konsumer non-siklikal, keuangan, properti, bahan baku, dan industri. Sektor keuangan dan bahan baku menjadi penopang utama karena bobot kapitalisasinya besar di IHSG.
Sebaliknya, enam sektor bergerak di zona merah, yakni energi, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, teknologi, dan kesehatan. Pelemahan sektor energi dan transportasi kerap berkaitan dengan pergerakan harga komoditas serta ekspektasi permintaan jangka pendek.
PT Atlas Resources Tbk (ARII), PT Steady Safe Tbk (SAFE), dan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) masuk jajaran saham dengan kenaikan harga tertinggi. Ketiganya bukan saham lapis satu, sehingga kenaikan biasanya digerakkan sentimen spesifik emiten ketimbang arus dana asing.
Di sisi lain, PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), dan PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) tercatat sebagai top losers. Saham-saham berlikuiditas tipis seperti ini rentan koreksi tajam meski tanpa kabar fundamental baru.
Nilai transaksi Rp248 miliar pada awal sesi tergolong ramping untuk ukuran perdagangan pagi. Volume 2,9 miliar lembar saham menunjukkan aktivitas masih didominasi saham berharga rendah.
Bagi investor, komposisi 224 saham naik berbanding 166 saham turun memberi gambaran pasar yang condong positif, meski belum cukup kuat untuk menyimpulkan tren sepanjang hari. Perhatikan apakah nilai transaksi menebal dan sektor keuangan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi I.