Astra Motor Bali Bekali Edukasi Safety Riding ke Supporter Pelajar di Technical Meeting Bola Basket Denpasar

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:48:01 WIB
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, memimpin sesi edukasi safety riding bagi perwakilan supporter pelajar dalam technical meeting bola basket Denpasar.

DENPASAR — Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, memimpin langsung sesi penyuluhan yang diikuti perwakilan supporter dari berbagai sekolah peserta kompetisi. Materi disampaikan sebelum agenda teknis pertandingan dimulai, sehingga para pelajar mendapat pembekalan keselamatan sebelum turun ke jalan mendukung tim masing-masing.

Euforia kompetisi bola basket pelajar terbesar di Indonesia memang tidak hanya berpusat pada aksi di lapangan. Kreativitas dan semangat supporter di tribun ikut mewarnai jalannya pertandingan. Namun antusiasme itu kerap diiringi mobilitas kelompok yang padat menuju lokasi pertandingan.

Mengapa Supporter Pelajar Perlu Dibekali Safety Riding?

Mobilitas supporter umumnya dilakukan secara berkelompok atau berkonvoi. Kondisi ini meningkatkan risiko berkendara, terutama bagi pelajar yang belum memiliki pengalaman cukup di jalan raya.

Tim instruktur menekankan pentingnya penggunaan kelengkapan berkendara yang tepat. Mulai dari pemakaian helm berstandar nasional yang diklik dengan benar hingga penggunaan jaket. Para peserta juga diingatkan untuk konsisten menjaga fokus serta mematuhi seluruh rambu lalu lintas.

Yosept menegaskan identitas seorang supporter yang keren tidak hanya diukur dari seberapa besar energi mereka di tribun. Kedisiplinan dan tanggung jawab di jalan raya juga menjadi cerminan supporter yang sesungguhnya.

"Supporter boleh panas di tribun, tetapi tetap harus adem di jalan. Boleh heboh memberikan dukungan kepada tim sekolah, tetapi saat berkendara harus tetap fokus, tertib, dan mengutamakan keselamatan," ujar Yosept.

Konvoi dan Euforia Jadi Titik Rawan Kecelakaan

Yosept menyoroti risiko yang muncul ketika euforia pertandingan terbawa ke jalan. Apalagi jika supporter datang bersama-sama atau berkonvoi.

"Apalagi kalau datang bersama-sama atau konvoi, jangan sampai euforia membuat kita lupa aturan lalu lintas," ujarnya.

Kepatuhan terhadap atribut keselamatan berkendara disebut sebagai bentuk perlindungan mendasar bagi diri sendiri. Yosept mengimbau para pelajar agar tidak membiarkan suasana kompetisi memicu perilaku berkendara yang berisiko tinggi.

"Gunakan helm dengan benar, jangan lupa jaket, patuhi rambu dan aturan lalu lintas. Yang paling penting, jangan karena ingin cepat sampai atau terbawa suasana supporter kemudian berkendara secara berlebihan," kata Yosept.

Sportivitas Tidak Berhenti di Arena Pertandingan

Astra Motor Bali berharap para pelajar mampu mengintegrasikan kesadaran berlalu lintas sebagai bagian dari nilai sportivitas. Semangat sportif tidak hanya hidup di arena pertandingan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku berkendara yang aman.

Yosept menutup sesi dengan pesan singkat kepada para pelajar. Keselamatan berkendara harus tetap menjadi prioritas utama, bahkan setelah pertandingan usai.

"Tetap #Cari_Aman karena pertandingan boleh selesai, tetapi keselamatan harus tetap sampai tujuan," tambahnya.

Sinergi edukasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama di jalan raya. Terutama bagi kalangan pelajar yang mobilitasnya meningkat selama kompetisi berlangsung.

Reporter: Feri Andika
Sumber: kabarnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top