DENPASAR — Kebutuhan industri pariwisata terhadap sumber daya manusia yang siap pakai terus meningkat, dan BEC Academy memilih menjawabnya lewat penguatan kurikulum perhotelan. Lembaga pelatihan ini menegaskan bahwa sertifikat bukan tujuan akhir, melainkan kompetensi teknis yang benar-benar sesuai standar industri.
Sejak memutuskan fokus pada sektor perhotelan pada 2021, BEC Academy terus menyempurnakan kurikulum dan model pembelajaran. Direktur BEC Academy, Ni Made Milati, menyebut transformasi program dibangun melalui proses evaluasi dan perencanaan yang matang.
Untuk memastikan kualitas sarana dan prasarana belajar setara standar industri, Milati aktif melakukan studi banding ke berbagai daerah. Langkah itu ditempuh guna menyerap sistem pelatihan vokasi terbaik yang bisa diterapkan di BEC Academy.
"Saya sebagai pengajar tentu harus terus belajar. Bidangnya berbeda, sehingga saya banyak melakukan studi banding untuk melihat bagaimana infrastruktur dan sistem pelatihan yang baik," ungkap Milati, Selasa (29/9/2026).
Ia menempatkan diri sebagai pengajar yang tidak berhenti menimba ilmu. Bidang perhotelan dinilai punya karakter berbeda dari sektor lain, sehingga pemahaman soal infrastruktur dan sistem pelatihan menjadi kunci.
Program pelatihan perhotelan yang awalnya dirancang relatif singkat, sekitar tiga bulan, kini terus dikembangkan. Menurut Milati, tolok ukur keberhasilan pendidikan vokasi terletak pada sejauh mana lulusannya mampu beradaptasi dan menjawab tuntutan pekerjaan di lapangan secara profesional.
"Bagi saya, pendidikan itu bukan hanya bagaimana mahasiswa mendapatkan sertifikat. Yang paling penting adalah mereka benar-benar punya kompetensi dan siap ketika masuk ke dunia kerja," tegasnya.
Penekanan pada keterampilan praktis, bahasa asing, dan etika kerja perhotelan menjadi tiga pilar yang dipertajam. Ketiganya dinilai paling sering diminta industri saat merekrut tenaga kerja baru.
Dengan menitikberatkan penguasaan keterampilan praktis, bahasa asing, serta etika kerja perhotelan, BEC Academy optimistis peserta didiknya mampu bersaing ketat. Standar kompetensi yang berlaku luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadi acuan lembaga ini.
Kebutuhan SDM siap pakai di sektor pariwisata memang tidak surut, terutama di Bali sebagai daerah tujuan wisata utama. Pelatihan vokasi yang menyentuh aspek teknis dan sikap kerja dianggap lebih relevan dibanding sekadar mengejar lembar sertifikat.
BEC Academy menempatkan evaluasi kurikulum sebagai proses berjalan. Penyesuaian dilakukan agar materi pelatihan tidak tertinggal dari tuntutan industri yang bergerak cepat.