Baterai Solid-State Geely 500 Wh/kg Siap Uji Coba 2027

Penulis: Eri Subagio  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:37:01 WIB

BALI — Geely mengumumkan paket baterai solid-state dengan kepadatan energi 500 Wh/kg, dua kali lipat dari baterai "Golden Brick" yang dipakai saat ini. Teknologi ini akan diuji coba di seluruh merek dalam ekosistem Geely mulai 2027, dengan klaim masa pakai lebih dari 600.000 mil. Angka-angka itu menjanjikan, tapi jalur komersialisasinya masih panjang.

Produsen otomotif asal China, Geely, menegaskan rencana menguji coba baterai solid-state di semua merek dalam ekosistemnya mulai 2027. Pengumuman resmi ini menjadi penanda ambisi perusahaan untuk memimpin teknologi penyimpanan energi generasi berikutnya, sekaligus menjawab tantangan komersialisasi yang masih dihadapi seluruh industri kendaraan listrik global.

Klaim utamanya terletak pada kepadatan energi. Paket baterai solid-state terbaru Geely diklaim mencapai 500 Wh/kg, angka yang jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional yang umum dipakai saat ini.

Golden Brick Jadi Basis Perbandingan: 250 Wh/kg ke 500 Wh/kg

Lini baterai elektrolit cair Geely saat ini menyandang nama "Golden Brick". Baterai ini memegang rekor kapasitas pengisian daya tertinggi sebesar 1.093 kW dan mencapai kepadatan energi pada tingkat sel sekitar 250 Wh/kg.

Artinya, generasi solid-state yang baru menawarkan peningkatan kepadatan penyimpanan energi hingga dua kali lipat. Lompatan ini memungkinkan insinyur mengoptimalkan bobot kendaraan secara signifikan — menyimpan energi jauh lebih banyak dalam ruang volumetrik yang sama tanpa memperbesar ukuran fisik paket baterai.

  • Kepadatan energi solid-state: 500 Wh/kg
  • Kepadatan energi Golden Brick (elektrolit cair): ~250 Wh/kg
  • Kapasitas pengisian Golden Brick: 1.093 kW
  • Klaim masa pakai solid-state: lebih dari 600.000 mil
  • Jadwal uji coba: mulai 2027 di seluruh merek ekosistem Geely

Klaim Masa Pakai 600.000 Mil dan Implikasinya

Selain kepadatan energi, Geely menyoroti daya tahan baterai solid-state. Klaim masa pakai operasionalnya menembus 600.000 mil atau setara sekitar 965.000 kilometer — angka yang jauh di atas ekspektasi umur pakai baterai EV saat ini.

Kombinasi kepadatan energi tinggi dan masa pakai panjang disebut menetapkan standar baru untuk keberlanjutan dan efisiensi ekonomi kendaraan listrik. Bagi pemilik kendaraan, implikasi praktisnya adalah potensi penurunan biaya kepemilikan jangka panjang karena baterai tidak perlu diganti dalam siklus hidup kendaraan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Terlalu Optimistis

Sejumlah catatan perlu diberikan sebelum angka-angka ini dianggap final. Pertama, seluruh spesifikasi di atas masih berupa klaim pabrikan — belum ada data pengujian independen yang memverifikasi kepadatan energi 500 Wh/kg dalam kondisi nyata maupun masa pakai 600.000 mil.

Kedua, jadwal 2027 masih menyisakan pertanyaan soal skala produksi. Baterai solid-state secara global dikenal menghadapi tantangan manufaktur, terutama biaya produksi massal dan stabilitas antarmuka elektrolit padat. Geely belum merinci berapa kapasitas produksi yang disiapkan maupun model apa yang akan memakai teknologi ini lebih dulu.

Ketiga, belum ada informasi soal harga. Teknologi solid-state umumnya masih mahal, sehingga perlu dilihat apakah Geely mampu menekan biaya agar kendaraan listrik berbaterai solid-state tetap kompetitif di pasar.

Posisi Geely di Peta Baterai Solid-State Global

Langkah Geely menegaskan kemampuan riset dan pengembangan independennya. Perusahaan ini bergabung dengan sejumlah produsen global yang berlomba mengomersialkan baterai solid-state, termasuk Toyota, Nissan, dan sejumlah pemain China lain seperti CATL dan Nio.

Bagi pasar Indonesia, pengumuman ini relevan karena Geely memiliki kehadiran melalui merek-merek dalam ekosistemnya, termasuk Proton dan sejumlah kendaraan listrik yang dipasarkan di Asia Tenggara. Jika uji coba 2027 berjalan sesuai rencana, teknologi ini berpotensi masuk ke kawasan regional dalam beberapa tahun setelahnya — meski belum ada konfirmasi resmi soal jadwal untuk Indonesia.

Yang jelas, angka 500 Wh/kg dan klaim 600.000 mil menempatkan Geely sebagai salah satu pemain yang patut dipantau. Namun pembuktian sesungguhnya baru akan terlihat saat baterai ini benar-benar diuji di jalan, bukan di atas kertas spesifikasi.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top