BALI — Ronaldo, yang juga bermain di Saudi Pro League bersama Al-Nassr, melontarkan kemarahan lewat media sosial setelah rekaman video memperlihatkan Neves bereaksi terhadap teriakan suporter Al-Taawoun. Dalam rekaman itu, gelandang Al-Hilal tersebut terlihat menepuk tangan sinis ke arah tribun, lalu menunjuk ke langit dan menatap ke arah suporter.
Kapten Timnas Portugal itu tidak menahan diri. Ia menilai apa yang dilakukan suporter Al-Taawoun sudah melewati batas dan menuntut liga bertindak tegas.
"Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku suporter seperti ini," tulis Ronaldo di media sosial.
"Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasnya. Orang yang berperilaku seperti ini seharusnya tidak pernah diizinkan masuk stadion lagi."
Ronaldo bermain bersama Neves dan Jota di Timnas Portugal. Ketiganya sempat memperkuat Selecao das Quinas dalam satu periode yang sama.
Neves, yang kini mengenakan nomor punggung 21 Portugal sebagai penghormatan untuk Jota, angkat bicara setelah pertandingan. Ia juga memiliki tato di betisnya yang menggambarkan dirinya berpelukan dengan Jota.
"Saya hanya berharap mereka tidak pergi salat nanti setelah apa yang mereka lakukan," kata Neves kepada wartawan.
Ucapan itu merujuk pada konteks budaya di Arab Saudi, di mana salat menjadi kewajiban harian umat Muslim. Sindiran Neves menyiratkan ketidakpantasan perilaku suporter yang beribadah sekaligus mengganggu pemain dengan cara keji.
Jota meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Provinsi Zamora, Spanyol, Juli tahun lalu. Ia tewas bersama saudaranya, Andre Silva. Penyerang Liverpool itu berusia 28 tahun saat kejadian.
Selama berseragam Liverpool sejak 2020, Jota mencetak 65 gol dalam 182 penampilan. Ia didatangkan dari Wolverhampton Wanderers dan langsung menjadi andalan di lini depan The Reds.
Bersama Timnas Portugal, Jota mencatat debut pada 2019 dan mengoleksi 14 gol dari 49 pertandingan. Hubungan kedekatannya dengan Neves terbentuk sejak keduanya sama-sama memperkuat Wolves dan Portugal.
BBC Sport telah menghubungi kedua klub untuk meminta komentar terkait insiden ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Al-Hilal maupun Al-Taawoun.
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan perilaku suporter di sepak bola Saudi, yang dalam beberapa tahun terakhir gencar mendatangkan bintang dunia. Ronaldo, Neves, dan sejumlah nama besar lain kini bermain di sana. Tuntutan Ronaldo agar liga bergerak cepat menjadi ujian bagi otoritas kompetisi dalam menegakkan disiplin di stadion.