BALI — Sejumlah nama besar industri film berkumpul di bar hotel untuk sesi cocktail hour sebelum makan malam dimulai. Begitu Michelle Yeoh masuk, Sarah Paulson dan Colman Domingo langsung menyambutnya dengan pelukan. Tak lama kemudian Patricia Arquette menyusul dan menarik sesama peraih Oscar itu untuk berfoto bersama.
Kehadiran mereka melengkapi deretan tamu yang datang malam itu: Ayo Edebiri dan Lily-Rose Depp yang merupakan Chanel ambassadors, Noomi Rapace, Luke Evans, David Harbour, India Amarteifio, Rosalind Eleazar, Cole Sprouse, Amber Mudthunder, Jessica Henwick, Charlie Heaton, Anthony Ippolito, Cooper Raiff, Mariana di Girolamo, Emanuela Postacchini, dan Mackenzie Davis.
Presiden dan co-editor-in-chief Variety, Ramin Setoodeh, membuka acara dengan data yang jadi alasan utama jamuan ini digelar. Ia menyebut Hollywood sedang mengalami tahun yang gemilang di box office, tapi tidak ada satu pun dari 15 film teratas yang disutradarai penuh oleh perempuan.
"At Variety, we've made a commitment to cover parity in the entertainment industry and the importance of female representation on the big screen. And while there have been significant strides, there's still much room for improvement," ujar Setoodeh.
Ia meminta para sineas dan produser perempuan yang hadir mengangkat tangan, lalu menunjuk langsung para eksekutif di ruangan. "If you're an executive, here's who you need to talk to," katanya.
Co-president dan publisher Variety, Dea Lawrence, mengutip mendiang Gloria Steinem untuk menegaskan poinnya. "Representation is not just who gets to appear in the story. It's about who gets to tell the story," ujarnya.
Seleksi resmi TIFF tahun ini mencatat 35 persen film disutradarai atau co-directed oleh perempuan. Angka itu sebenarnya baru ditargetkan tercapai pada 2028, tapi sudah terwujud dua tahun lebih awal. Beberapa judul yang masuk di antaranya "Love of Your Life" garapan Rachel Morrison dan "Josephine" karya Beth de Araújo.
Chief Business and Marketing Officer TIFF, Jennifer Frees, menyebut capaian itu tidak lepas dari peran organisasi seperti Chanel dan media seperti Variety yang terus menekan para pengambil keputusan di Hollywood. "Chanel and Variety share TIFF's passion for supporting the remarkable creators who continue to shape the future of culture and of cinema," kata Frees.
Salah satu inisiatif yang berjalan adalah Chanel Women Creators' Network, perluasan dari Writers' Lab tahunan TIFF Share Her Journey. Presiden Chanel Canada, Gregoire Collignon, mengingatkan bahwa pendiri rumah mode itu sendiri adalah perempuan. "Since the '30s, she was designing and supporting women in film," ujarnya.
Program yang berdiri sejak 2020 itu tahun ini menempatkan Carol Nguyen sebagai fellow 2025. Dokumenternya, "Still Night, Burning House", juga tayang perdana di TIFF tahun ini. Untuk 2026, empat fellow yang terpilih adalah Shannon Walsh, Hannah Vastinsalo, Shannon Welby, dan Amelia Eloisa.
"These four exceptional creators represent the vision, the originality and the artistic excellence that define the next generation of filmmaking," kata Frees.
Perbincangan berlanjut setelah rangkaian sambutan selesai. Sutradara "Being Heumann", Sîan Heder, dan bintangnya, Ruth Madeley, menerima ucapan selamat karena film mereka tampil sebagai pembuka festival. Di sisi lain ruangan, Lauren Miller Rogen dan Seth Rogen berbincang dengan Ziwe Fumudoh.
Saat acara berpindah ke lantai atas untuk makan malam, tawa khas Seth Rogen terdengar di atas riuhnya percakapan dan dentingan sendok garpu. Para tamu yang datang dengan busana rapi itu akhirnya bisa bersantai dan menikmati malam.
Jamuan ini menutup rangkaian panjang TIFF 2025, festival yang tahun ini jadi ajang pembuktian bahwa target representasi perempuan di kursi sutradara bisa dicapai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan industri.