JEMBRANA — Hiu paus yang mati di perairan Jembrana itu memiliki lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, dan lebar mulut 2,15 meter. Dokter hewan memastikan hewan laut tersebut telah mati sebelum proses penanganan dimulai.
Penemuan bermula dari laporan warga yang melihat bangkai hiu paus terdampar di pesisir Desa Pengeragoan. Tim dari Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP) Gondol, Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Banyuwedang Buleleng, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Jembrana, serta TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi.
Tim terlebih dahulu melakukan nekropsi untuk memperoleh data biologis, kondisi, dan faktor yang berkaitan dengan kematian satwa. Proses ini menjadi bagian penting sebelum bangkai ditangani lebih lanjut.
"Hiu paus tersebut langsung dikubur di pantai," ujar Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw di Jembrana, Sabtu (12/9) malam.
Penguburan dilakukan pukul 17.30 WITA dengan menggunakan ekskavator. Polsek Pekutatan langsung melakukan penjagaan di lokasi untuk mencegah masyarakat mendekati bangkai satwa tersebut.
Kepala Satuan Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta menyampaikan penanganan dilakukan dengan hati-hati karena hiu paus merupakan hewan laut yang penting dalam upaya konservasi.
"Penanganan terhadap bangkai satwa dilakukan secara tepat. Dengan penanganan yang tepat tidak menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," papar dia.
Sampel yang diambil saat nekropsi akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian hiu paus tersebut. Hiu paus termasuk satwa dilindungi, sehingga setiap kejadian terdamparnya hewan ini mendapat perhatian dari instansi konservasi.
Fenomena hiu paus terdampar bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya, tim gabungan menyelidiki penyebab dua hiu paus yang terdampar di pesisir Cilacap pada Mei 2026, dengan hasil nekropsi menemukan plastik dan luka sayatan baling-baling kapal.
Penanganan cepat di Jembrana memastikan bangkai tidak membusuk di area pantai yang ramai dikunjungi warga. Lokasi penguburan dijaga hingga proses selesai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.