PLN Lewat Srikandi Edukasi 1.422 Pelajar soal Energi Bersih hingga Sampah Jadi Listrik

Penulis: Ivan Setiawan  •  Selasa, 08 September 2026 | 09:22:31 WIB
Srikandi PLN memberikan edukasi energi bersih kepada 1.422 pelajar dalam program Srikandi Goes to School & Campus di Bali.

BALI — Kesadaran akan pentingnya energi bersih tidak lagi cukup hanya menjadi wacana di tingkat korporasi. PLN menggerakkan para profesional perempuannya untuk turun langsung ke kampus dan sekolah, membekali pelajar dengan wawasan tentang masa depan ketenagalistrikan Indonesia.

Melalui tema "Electricity for a Brighter Future", program ini dirancang untuk menjembatani dunia pendidikan dengan industri energi yang tengah bertransformasi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan energi terbarukan, konversi kendaraan listrik, hingga teknologi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy.

Bekal Karier dan Dukungan Nyata untuk Sekolah

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa kehadiran Srikandi di lingkungan pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Menurutnya, pemahaman mengenai transisi energi harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda siap mengambil peran.

"Kami berharap program ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kepedulian, dan semangat generasi muda untuk menjadi bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia," ujar Darmawan dalam keterangan resminya.

Tidak hanya soal teori, para peserta juga mendapat pengenalan karier di sektor kelistrikan. Hal ini dinilai penting untuk memperluas cakrawala siswa dan mahasiswa mengenai pilihan profesi yang selama ini mungkin jarang terekspos, seperti insinyur jaringan listrik pintar atau analis pasar karbon.

PLN tidak berhenti pada kegiatan mengajar. Perusahaan juga memberikan dukungan konkret berupa digitalisasi sekolah, penyediaan sarana prasarana pendidikan, hingga program sertifikasi. Bentuk bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing institusi, seperti yang diterapkan di SDN Tegal Parang 03 Pagi Jakarta Selatan, STIE Bima Nusa Tenggara Barat, dan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Mengapa Program Ini Menyasar Perempuan?

Srikandi Goes to School & Campus merupakan salah satu program unggulan dalam Srikandi Movement. Gerakan ini menjadi wadah bagi karyawati PLN untuk berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat sekaligus mengasah kapasitas kepemimpinan perempuan di lingkungan BUMN.

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Nurlely Aman, menjelaskan bahwa Srikandi Movement 2026 terbagi dalam dua kelompok besar. Pertama, pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Kedua, Inspiring Srikandi yang khusus meningkatkan kompetensi internal para pegawai perempuan PLN.

"Berbagai kegiatan dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar sekaligus meningkatkan kapasitas siswa, mahasiswa, dan satuan pendidikan," kata Nurlely.

Pada ranah pemberdayaan, terdapat pula inisiatif lain seperti Perempuan Tangguh Bencana, Srikandi Women Support Women, dan Srikandi Care. Keseluruhan program ini selaras dengan komitmen PLN mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Dengan menjangkau ribuan pelajar, langkah PLN ini tidak sekadar memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan. Lebih dari itu, ini adalah upaya sistematis untuk memastikan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang siap menghadapi era elektrifikasi dan energi hijau yang semakin kompetitif.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top