BADUNG — Rencana migrasi sistem kehadiran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Badung memasuki tahap penting. Teknologi verifikasi wajah yang disematkan dalam aplikasi ASN Digital diklaim rampung untuk perangkat Android, tetapi pengguna iPhone harus bersabar karena aplikasi versi iOS belum lolos verifikasi pihak Apple.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta, memastikan proses pengembangan aplikasi untuk platform iOS tengah berjalan. Selama masa transisi, pegawai yang menggunakan iPhone tidak akan kehilangan data kehadiran karena kanal presensi lama tetap dibuka.
“Kalau yang Mobile ini yang menggunakan gerak-gerak wajah itu, Android sudah. Di iOS sedang berproses,” ujar Gede Arta saat dikonfirmasi.
Diskominfo Badung menegaskan bahwa aplikasi untuk iOS sebenarnya telah selesai dibangun. Tahap yang sedang berjalan adalah pemeriksaan dan persetujuan oleh Apple sebelum aplikasi dapat diunduh publik melalui App Store.
Sambil menunggu proses itu kelar, ASN pengguna iPhone masih mengandalkan SIKAP Badung—sistem presensi yang lebih dulu dipakai dan telah terintegrasi dengan penentuan titik koordinat. Aplikasi itu dapat diakses dari Android maupun iOS.
Menurut rencana Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung, teknologi pengenalan wajah akan menjadi sistem utama terhitung 1 Januari 2027. “Yang nantinya bermigrasi sepenuhnya itu tanggal 1 Januari, rencananya akan menggunakan wajah,” tegas Gede Arta.
Sistem baru ini bukan sekadar mengganti metode lama. Pemkab Badung meng-upgrade mekanisme presensi yang sebelumnya hanya mengandalkan lokasi pengguna menjadi kombinasi koordinat dan verifikasi wajah.
“SIKAP Badung ini sudah biasa digunakan, koordinatnya sudah ada. Di Android ada, di iOS juga sudah ada,” jelas mantan Camat Kuta Selatan tersebut.
Diskominfo Badung menyebut persoalan teknis integrasi versi iOS dikoordinasikan langsung dengan instansinya. Pihaknya optimistis seluruh proses persetujuan di App Store akan tuntas jauh sebelum tenggat migrasi total.
Saat ini Pemkab Badung menjalankan sistem ganda untuk memastikan tidak ada pegawai yang terganggu: SIKAP Badung berlaku sebagai sistem lama dan aplikasi mobile dipakai untuk uji coba presensi berbasis wajah. Secara keseluruhan, pengembangan sistem dilakukan bertahap demi memastikan keandalan aplikasi di setiap platform sebelum diberlakukan secara menyeluruh.