Angka prevalensi balita stunting di Kabupaten Gianyar, Bali, tercatat turun menjadi 3,8 persen pada 2025, atau sebanyak 991 balita dari total 25.896 balita yang diperiksa. Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyebut capaian ini tidak lepas dari kerja keras kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bertugas melakukan pendampingan dan edukasi gizi ke masyarakat.
GIANYAR — Prevalensi stunting di Gianyar kini menjadi yang terbaik kedua secara nasional, setelah sebelumnya berada di angka 5,4 persen pada 2024 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Tren penurunan ini berlanjut pada tahun ini dengan realisasi 3,8 persen, menjadikan daerah ini salah satu yang terendah di Indonesia.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan apresiasi langsung kepada para kader PKK di sela peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di lingkungan Pemkab Gianyar, Jumat. Menurutnya, kerja pendampingan yang dilakukan kader di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan program penurunan tengkes.
“Stunting berturut-turut menjadi dua terbaik nasional. Ini tidak lepas dari kerja PKK. Kami bekerja maksimal, tulus dan tidak mengenal lelah,” kata Mahayastra.
Mahayastra menegaskan bahwa kontribusi kader PKK tidak bisa diukur dari besaran insentif yang mereka terima. Ia menyebut dedikasi para kader yang tersebar dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga banjar justru mengalahkan mereka yang bekerja dengan gaji tetap.
“PKK ini tidak digaji, tetapi semangat dan kerja kerasnya mengalahkan yang bergaji,” imbuhnya.
Ia menambahkan, berbagai program pembangunan di Gianyar yang manfaatnya dirasakan hingga tingkat desa tidak terlepas dari keterlibatan aktif kader PKK. Peran mereka dinilai penting karena banyak program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Ketua Tim Penggerak PKK Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menyebut momentum peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 menjadi refleksi untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen pengabdian. Ia mengajak seluruh kader untuk menyelaraskan sepuluh program pokok PKK dengan program prioritas pemerintah pusat, Asta Cita.
“Mari kuatkan 10 Program Pokok PKK, selaraskan dengan Asta Cita melalui kerja nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader PKK boleh berganti, zaman boleh berubah, tantangan boleh semakin besar, tetapi semangat pengabdian tidak boleh berhenti,” kata Surya Adnyani yang juga menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gianyar.
Capaian Gianyar ini sejalan dengan prestasi Provinsi Bali yang dinobatkan sebagai daerah dengan prevalensi balita stunting terendah di Indonesia, dengan realisasi 8,7 persen berdasarkan hasil SSGI 2024 dari Kementerian Kesehatan RI. Sementara itu, Kabupaten Klungkung di provinsi yang sama menempati posisi pertama nasional dengan angka 5,2 persen.