Bupati Badung Terima Kunjungan Kerja Bupati Wakatobi, Bahas Strategi Quality Tourism dan Best Practices Tata Kelola Destinasi

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:30:32 WIB
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan kerja Bupati Wakatobi H. Haliana di Puspem Badung, Rabu (26/8).

MANGUPURA — Kunjungan kerja tersebut menjadi ajang diskusi strategis antara dua daerah yang sama-sama mengandalkan sektor pariwisata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menerima langsung rombongan Bupati Wakatobi H. Haliana di Ruang Tamu Bupati, Puspem Badung, Rabu (26/8).

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Dari sisi Wakatobi, kunjungan ini adalah upaya konkret untuk mempelajari regulasi dan kebijakan yang telah berhasil diterapkan di Badung.

“Belajar betul, duduk bersama dengan Bupati Badung mengenai best practices-nya. Ini menjadi bahan bagi kami untuk merumuskan langkah cepat, baik regulasi maupun kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami,” kata Haliana.

Perubahan Strategi: Dari Pariwisata Massal ke Quality Tourism

Bupati Adi Arnawa menegaskan, tantangan pariwisata Bali saat ini tidak lagi sekadar mengejar jumlah kunjungan. Fokus pemerintah bergeser pada kualitas dan keberlanjutan ekosistem pariwisata itu sendiri.

“Sekarang tantangan kami di Bali adalah bagaimana menjaga wisatawan yang berkunjung tetap nyaman dari berbagai lini sektor penunjang ekosistem pariwisata itu sendiri,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Badung kini mulai mengarahkan pengelolaan dari pariwisata massal menuju pariwisata berkualitas atau quality tourism. Kebijakan ini bukan berarti menutup pintu bagi wisatawan, melainkan mengatur jumlah kunjungan agar sesuai dengan daya tampung lingkungan.

“Kami sedang bergerak ke arah quality tourism sekarang. Kalau sebelumnya berbasis mass tourism di mana semua orang bebas datang sebanyak-banyaknya, sekarang kita fokus pada kualitas,” tegas Bupati.

Tri Hita Karana dan Infrastruktur Jadi Kunci Kenyamanan

Kekuatan pariwisata Bali, menurut Adi Arnawa, tidak hanya bertumpu pada keindahan alam. Budaya dan karakter masyarakat menjadi pembeda utama, terutama keramahan yang berlandaskan prinsip Tri Hita Karana.

Namun, ia mengingatkan bahwa kenyamanan wisatawan harus dijaga dari berbagai lini. Pemerintah terus mempercepat penyelesaian masalah infrastruktur agar peningkatan jumlah wisatawan tidak menurunkan kualitas dan daya dukung destinasi.

Ke depan, sejumlah persyaratan, termasuk jaminan bagi wisatawan, akan diberlakukan secara selektif. Pengalaman Badung ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain, termasuk Wakatobi.

Konektivitas dan Produk Wisata Baru untuk Wakatobi

Bupati Adi Arnawa mengingatkan, setiap daerah memiliki karakteristik berbeda sehingga pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan keunggulan masing-masing. Selain promosi, konektivitas antarwilayah dan pengembangan produk wisata menjadi faktor penting.

Produk tersebut dapat berupa wisata alam, budaya, hingga wisata olahraga atau sport tourism. Wakatobi sendiri memiliki potensi sumber daya alam bahari yang besar.

Haliana optimistis penguatan promosi dan perbaikan tata kelola yang dipelajari dari Badung dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Wakatobi. Meski begitu, ia mengakui daerahnya masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya pengelolaan sampah.

Penanganan masalah kebersihan lingkungan kini menjadi prioritas untuk memastikan wisatawan merasa nyaman selama berkunjung ke Wakatobi.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: nusabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top