Kericuhan Demo RUU Perampasan Aset, Pria Berhelm Diamuk Massa karena Dituding Provokator Bawa Golok

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:51:31 WIB
Pria berhelm diamankan petugas setelah diamuk massa di tengah demonstrasi penolakan target pengesahan RUU Perampasan Aset di depan Gedung DPR, Bali.

BALI — Kericuhan pecah di tengah unjuk rasa penolakan target pengesahan RUU Perampasan Aset. Seorang peserta aksi yang mengenakan helm tiba-tiba berteriak menyuarakan penolakan terhadap jadwal pembahasan yang dinilainya terlalu lama, sebuah pernyataan yang justru memicu amarah massa di sekitarnya.

Peristiwa berlangsung setelah sejumlah anggota DPR RI menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Saat politikus Rieke Dyah Pitaloka berjalan menuju gedung dan dikerumuni massa, pria tersebut melontarkan protesnya. Massa yang tersulut emosi langsung menghampiri dan melayangkan pukulan serta tendangan hingga helm korban terlepas dan ia tersungkur.

Kronologi Penyelamatan Korban oleh Petugas

Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi bergerak cepat mengamankan pria tersebut dari amukan massa. Situasi sempat memanas sebelum sejumlah peserta aksi lain turut menenangkan kerumunan, memungkinkan korban dievakuasi keluar dari area demonstrasi.

Hingga berita ini diturunkan, identitas pria tersebut belum diketahui. Tudingan bahwa yang bersangkutan membawa senjata tajam jenis golok juga masih simpang siur dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh pihak kepolisian.

Pemicu Emosi Massa di Depan Gedung Parlemen

Demonstrasi yang digelar AMPB ini menyoroti pembahasan RUU Perampasan Aset yang tengah berjalan di DPR. Massa menuntut percepatan pengesahan aturan tersebut, yang menurut mereka merupakan instrumen krusial dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Target pengesahan RUU yang dijadwalkan pada Desember 2026 dianggap terlalu lama oleh sebagian pengunjuk rasa. Tuntutan agar DPR segera menyelesaikan pembahasan menjadi energi utama aksi, sekaligus memicu ketegangan ketika ada pihak yang dianggap mencoba memancing kericuhan.

Pamdal DPR dan Polri dalam Satu Kawalan

Pengamanan di area Gedung DPR RI sendiri terbilang ketat, melibatkan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR. Kedua aparat ini bertugas mengawal anggota dewan dan memastikan jalannya aksi tetap kondusif.

Peristiwa penganiayaan terhadap pria berhelm ini menjadi catatan tersendiri bagi aparat keamanan. Insiden itu menunjukkan potensi konflik horizontal di tengah massa aksi yang kerap disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kapolda Metro Jaya maupun Kabid Humas Polda Metro Jaya mengenai penanganan kasus dugaan provokator tersebut. Polisi masih fokus pada pengamanan aksi dan penyelidikan awal terkait identitas serta motif pria tersebut.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top