BADUNG — Sebanyak 80 orang krama Desa Adat Kwanji akan menjalani prosesi mesangih atau potong gigi pada puncak upacara yadnya massal Jumat pekan ini. Selain itu, ritual memukur atau nyekah juga akan digelar untuk 66 sawa secara kolektif di Pura Dalem Desa Adat Kwanji.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta hadir langsung dalam rangkaian prosesi ngajum sekah yang menjadi penanda dimulainya puncak upacara tersebut. Kehadiran kedua pimpinan daerah itu sekaligus menegaskan posisi Pemkab Badung dalam mendukung pelestarian adat dan tradisi di Gumi Keris.
Bantuan hibah keagamaan senilai Rp 700 juta diserahkan secara simbolis oleh Bupati Adi Arnawa kepada Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka. Penyerahan dilakukan di sela-sela prosesi yang berlangsung Selasa (25/8) tersebut.
Adi Arnawa menilai pelaksanaan yadnya secara massal menjadi solusi efektif untuk meringankan beban finansial warga. Menurutnya, cara ini tidak mengurangi nilai spiritual dan kesucian ritual yang dijalankan.
"Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat. Astungkara, pelaksanaan karya ini dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh warga," ujar Adi Arnawa.
Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, menyampaikan bahwa ritual massal ini merupakan agenda rutin yang lahir dari kesepakatan bersama warga. Ia mengapresiasi dukungan nyata dari jajaran pimpinan daerah yang hadir di tengah-tengah krama desa adat.
Prosesi ini turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Badung, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), serta tokoh masyarakat setempat.
Kekompakan krama Desa Adat Kwanji dalam menggelar upacara kolektif ini mendapat apresiasi tinggi dari Bupati. Semangat gotong royong yang ditunjukkan disebut menjadi contoh nyata bagaimana tradisi dapat dijaga tanpa membebani warga secara ekonomi.