BALI — Insiden terjadi sekitar pukul 09.40 WITA. Informasi pertama diterima PHC dari pedagang kios di sekitar lokasi, saat korban masih mendapat pertolongan CPR dari wisatawan lain yang kebetulan berada di tempat kejadian. Tim PHC yang bermitra dengan Balai Taman Nasional Komodo langsung bergerak menuju Long Beach.
"Kami menerima informasi mengenai kondisi darurat tersebut sekitar pukul 09.40 WITA dari salah satu pedagang kios di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, wisatawan yang bersangkutan tengah mendapatkan penanganan awal berupa CPR dari wisatawan lain yang berada di lokasi. Tim kami segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan," ujar Humas PT PHC Yoanna Daely dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
PHC berkoordinasi dengan Basarnas dan Polair dalam proses evakuasi. Kondisi korban dinilai membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sehingga tim memutuskan membawa Zou Huarong menyeberang ke Labuan Bajo. Selama perjalanan laut, CPR dilakukan bergantian oleh tim PHC bersama wisatawan lain yang memiliki kompetensi medis.
Speed boat tiba dan bersandar di Labuan Bajo sekitar pukul 11.10 WITA. Tim Basarnas, Polair, Pamobvit, dan KSOP telah bersiap di pelabuhan untuk mempercepat proses evakuasi. Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
PHC menyoroti aspek keselamatan di kawasan Long Beach setelah insiden ini. Menurut catatan PHC, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Hal ini dinilai perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait penataan aspek keselamatan, kesiapsiagaan, dan standar penanganan kondisi darurat.
"Kami menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian dan evaluasi bersama, khususnya terkait penataan aspek keselamatan, kesiapsiagaan, serta standar penanganan kondisi darurat di kawasan Long Beach," kata Yoanna.
Meningkatnya aktivitas pariwisata di Pulau Padar disebut tidak sebanding dengan kesiapan infrastruktur darurat di lapangan. PHC menilai kawasan tersebut membutuhkan penataan agar memiliki kesiapan memadai dalam menerima wisatawan, termasuk prosedur evakuasi yang lebih cepat dan terstandar.
PHC berharap evaluasi tersebut tidak berhenti pada wacana, melainkan ditindaklanjuti melalui langkah nyata di lapangan. Upaya preventif serta kesiapsiagaan yang lebih baik dinilai mampu meminimalkan potensi risiko dan mencegah terulangnya insiden serupa di kawasan wisata yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Komodo ini.
Keselamatan dan rasa aman wisatawan, menurut PHC, perlu menjadi prioritas seluruh pihak terkait—baik pengelola kawasan, pemerintah daerah, maupun aparat penegak hukum yang bertugas di sekitar destinasi.