TABANAN — Ribuan mata tertuju ke arah tiang bendera saat Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bertindak sebagai inspektur upacara peringatan detik-detik proklamasi HUT ke-81 RI. Mengenakan busana adat Bali, Sanjaya memimpin jalannya upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Alit Saputra, Senin.
Kehadiran Bupati bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menambah semarak peringatan tahun ini. Para peserta upacara pun kompak mengenakan pakaian tradisional, memadukan semangat nasionalisme dengan identitas budaya daerah.
Momen kemerdekaan juga menjadi titik balik bagi dua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tabanan. Keduanya menerima remisi umum secara simbolis yang diserahkan langsung di tengah rangkaian upacara.
"Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan yang turut mencerminkan penghargaan terhadap proses pembinaan dan kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat," kata Bupati Sanjaya.
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan, Sanjaya menyampaikan ajakan untuk terus memperkuat persatuan. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi landasan untuk melangkah maju.
"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Mari kita tingkatkan persatuan dan melangkah maju untuk Indonesia. Semoga di usia ke-81 ini, Indonesia senantiasa damai dan sejahtera," ujar Bupati Sanjaya.
Menurutnya, upacara yang digelar menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Puncak peringatan tidak berhenti pada upacara pagi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera pada sore hari, kemudian acara pemberian penghargaan kepada 18 penerima pensiun TMT 1 Agustus 2026.
Suasana semakin meriah dengan diumumkannya para pemenang berbagai lomba dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Sebanyak 27 peserta berhasil meraih juara pada kompetisi yang digelar Pemkab Tabanan.
Upacara tersebut turut dihadiri Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, veteran, serta perwakilan instansi vertikal. "Kehadiran seluruh unsur tersebut semakin memperkuat makna peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Tabanan dan Indonesia," imbuhnya.