BALI — Pergerakan indeks pada Selasa (18/8) yang dibuka dengan gap up menjadi sinyal awal penguatan. Berhasilnya menembus level resistance internal di 6.422 membuat indeks kini mengarah ke level Fibonacci 6.545. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai fase ini merupakan bagian akhir dari pembentukan wave W, dengan indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish.
Ivan memperkirakan support IHSG berada di level 6.267, 6.042, dan 5.887. Sementara itu, resistance berada di 6.545, 6.700, dan 6.835. Support adalah area harga yang diyakini sebagai titik terendah sementara, di mana harga biasanya berbalik naik karena meningkatnya aksi beli. Sebaliknya, resistance adalah titik tertinggi yang sering memicu aksi jual besar.
Untuk perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sentimen IHSG hari ini mixed cenderung positif. Investor tengah mencermati pengumuman BI Rate dan mewaspadai lonjakan harga energi sebelum melakukan akumulasi saham secara masif.
Dari sisi global, ketidakpastian hubungan AS-Iran serta risiko di Selat Hormuz membuat harga minyak Brent sempat menembus US$ 92 per barel dan WTI menyentuh US$ 85. Kenaikan ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan menahan ruang pelonggaran kebijakan moneter The Fed. Bahkan, yield Treasury tenor 30 tahun sempat menembus level tertinggi dalam 19 tahun di angka 5,33 persen akibat kekhawatiran inflasi jangka panjang.
Kombinasi skenario higher-for-longer yields dan kenaikan harga energi memang menekan ekspektasi pelonggaran moneter. Namun, di sisi lain, kondisi ini memberi dampak positif bagi saham-saham sektor energi dan komoditas.
Nafan merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik, yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Saham-saham emiten energi seperti PGAS dan PTBA diuntungkan oleh tren kenaikan harga komoditas global. Sementara itu, AMRT yang bergerak di ritel dinilai tetap solid di tengah fluktuasi pasar karena fundamentalnya yang kuat.
Dengan level support dan resistance yang telah dipetakan, investor diharapkan dapat menentukan titik entry dan exit yang tepat. Kombinasi momentum teknikal dan sentimen eksternal menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan.