BALI — Penerjunan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Para prajurit diterjunkan dari pesawat CN295 milik Skuadron Udara Lanud Halim Perdana Kusumah yang dipiloti Letkol Ari Purba Kusuma.
Dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, terlihat para penerjun tidak hanya membawa bendera berukuran besar. Mereka juga mengibarkan kain bertuliskan "81 Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur" serta foto Presiden Prabowo Subianto yang melambai di udara.
Pemandangan spektakuler tersaji saat para penerjun membuka parasut mereka. Sebanyak 17 kanopi yang mengembang di langit Jakarta merupakan simbolisasi tanggal 17 Agustus, hari bersejarah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
"Merah melambangkan keberanian, dan putih melambangkan kesucian," ujar pembawa acara dalam siaran resmi tersebut.
Setelah formasi awal, para penerjun melakukan manuver membentuk pola ular-ularan sebelum akhirnya merapat menjadi formasi satu garis atau one line. Formasi ini, menurut keterangan resmi, menunjukkan kedisiplinan, ketepatan, dan kekompakan prajurit dalam melaksanakan setiap tahapan penerjunan.
Pembawa acara menjelaskan bahwa setelah formasi one line terbentuk, para penerjun segera melaksanakan manuver untuk mengurangi ketinggian. Mereka mengarahkan diri menuju drope zone yang telah ditentukan di pelataran Monas.
Prosesi pendaratan berlangsung lancar. Seluruh penerjun berhasil mendarat dengan sempurna di area Monas, Jakarta Pusat, dan langsung berbaris rapi untuk mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI.
Aksi Victory Jump ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat dalam perayaan kemerdekaan. Selain menjadi atraksi yang memukau, terjun payung ini juga menjadi ajang unjuk kemampuan profesionalisme prajurit TNI dalam penguasaan teknik terjun bebas dan presisi pendaratan.