DENPASAR — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Bali tahun ini mendapat suntikan anggaran besar. Dari total 4.184 unit yang dialokasikan, sebanyak 2.812 unit menyasar wilayah pesisir, 1.113 unit untuk perdesaan, dan 259 unit berada di perkotaan.
Kepala Dinas PUPRKIM Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha, melaporkan alokasi tersebut meningkat lebih dari 13 persen dibandingkan tahun anggaran 2025. "Pada 2025, Bali hanya memperoleh alokasi sebanyak 31 unit," ungkapnya.
Maruarar Sirait memantau langsung progres pengerjaan salah satu rumah penerima bantuan milik Ni Wayan Pageh (56) di Banjar Oongan, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara. Perempuan yang bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan ini menghidupi tiga anaknya seorang diri.
Kunjungan Menteri PKP itu didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra serta Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa.
Ni Wayan Pageh menerima bantuan senilai Rp20 juta dari Pemerintah Pusat. Pekerjaan bedah rumahnya dimulai 1 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026.
Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan kualitas rangka atap, ring balok, penutup atap atau genteng, lantai, pintu, dan jendela. Selain dari pemerintah, pembangunan rumah ini juga didukung dana swadaya masyarakat sebesar Rp4,088 juta.
Di Kelurahan Tonja, terdapat empat calon penerima bantuan BSPS lainnya, yakni I Ketut Budiarsa, I Komang Widana, I Wayan Suana, dan I Made Suara.
Dalam arahannya, Menteri PKP menegaskan pelaksanaan program Bedah Rumah harus berjalan transparan dan tanpa penyalahgunaan. "Saya minta program ini berjalan transparan, tidak ada yang main-main. Agar serapan program ini tinggi, saya meminta kepada Bapak Sekda Provinsi Bali untuk mengoordinasikan program ini dengan Dinas PUPR Kabupaten/Kota se-Bali," tegasnya.
Maruarar juga meminta dukungan TNI dan Polri untuk mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto ini. "Kemudian kepada TNI/Polri, kami meminta agar dikawal program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Jadi kami hadir bergotong royong membangun rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni," jelasnya.