DENPASAR — Antrean panjang mengular di kawasan Titik Nol Denpasar sejak pagi. Ribuan warga, didominasi anak muda, memadati Jenar Kopi Kaliasem di Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, untuk menikmati kopi gratis yang disiapkan Gubernur Bali Wayan Koster. Selain minuman, pengunjung juga mendapat donat dan roti manis secara cuma-cuma.
Program traktir ini bukan sekadar bagi-bagi kopi. Koster menyebutnya sebagai implementasi nyata dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro di tengah momentum Hari Kasih Sayang Bali. Tahun ini, jumlah UMKM yang dilibatkan diperluas dari beberapa lokasi menjadi 15 titik yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Koster menjelaskan, Rahina Tumpek Krulut adalah hari suci yang mengajarkan nilai cinta kasih dan kepedulian antar sesama menurut dresta Bali. Tradisi ini merupakan bagian dari konsep Jana Kerthi, salah satu unsur dalam Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali.
"Momentum ini mengajak kita untuk saling berbagi dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama," ujar Koster di sela-sela kunjungannya ke kedai kopi tersebut.
Koster memastikan seluruh pembiayaan kegiatan telah disusun sesuai ketentuan yang berlaku. "Sesuai aturan," katanya singkat.
Rangkaian peringatan Tumpek Krulut tahun ini tidak hanya berhenti pada pembagian kopi. Pemerintah Provinsi Bali juga menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Menurut Koster, menjaga kesehatan adalah bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri yang harus berjalan beriringan dengan kepedulian pada sesama.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi ini menjadi cara efektif untuk menyapa masyarakat di tengah padatnya agenda pemerintahan. "Tidak mungkin hadir satu per satu ke semua kabupaten. Maka saya memilih cara seperti ini. Respons masyarakat ternyata sangat bagus," jelasnya.
Pengelola Jenar Kopi, Anggi, mengaku baru mengetahui makna Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang tahun lalu. Keterlibatan kedainya dalam program pemerintah memberikan dampak nyata dengan menghadirkan pelanggan baru yang sebelumnya belum pernah berkunjung.
"Harapan kami, setelah dilirik dan dipercaya pemerintah, semakin banyak generasi muda dan pasar baru yang datang mencoba kopi di sini. Mudah-mudahan setelah itu mereka menjadi pelanggan tetap," kata Anggi.
Koster berharap kegiatan ini memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya Bali. Ia juga mengajak generasi muda menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan menjauhi segala bentuk kekerasan. Peluang penambahan jumlah UMKM yang terlibat pada peringatan berikutnya tetap terbuka setelah evaluasi pelaksanaan tahun ini rampung.